Siapakah FZ, RMy, dan SU Yang Disebut Mahfud Bertanggungjawab Sebarkan Berita Bohong?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut beberapa nama bertanggungjawab terhadap penyebaran berita bohong terkait penganiayaan aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet.

“Siang ini sudah terbukti kan? Tinggallah kini penyebar beritanya seperti FZ, RMy, dan SU mempertanggungjawabkan,” kata Mahfud lewat akun twitternya @mohmahfudmd, Rabu (3/10).

Menurut Mahfud, pihak yang menyebarkan berita bohong tersebut dapat dijerat dengan Undang Undang ITE karena telah menyebarkan berita bohong.

“Maka saya usul penyebar beritanya dijerat UU ITE dengan ancaman penjara 6 tahun,” ujarnya.

Tidak diketahui siapa yang dimaksud anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasilan (BPIP) ini, dengan tiga inisial nama tersebut.

Baca juga: Terbukti Ratna Berbohong, Mahfud MD: FZ, RMy, dan SU Harus Tanggungjawab

Namun, dari penelusuran SERUJI, penyebar berita Ratna Sarumpaet dianiaya awalnya dimulai oleh Rachel Maryam lewat akun twitternya @cumarachel.

“Innalillahi bunda @RatnaSpaet semalam dipukuli sekelompok orang. Saat ini keadaan babak belur. Hei kalian beraninya sama ibu2! Apa kalian gak punya ibu? Lahir dari apa kalian?” tulis Rachel, Selasa (2/10). Namun, selang beberapa waktu Rachel mengkoreksi twitnya dengan twit baru yang menyebut kejadian adalah tanggal 21 September.

Kedua twit ini telah dihapus oleh Rachel Maryam, sejak Ratna Sarumpaet mengakui kebohongannya.

Pernyataan Rachel itu kemudian dibenarkan oleh Fadli Zon lewat akun twitternya @fadlizon.

“Mbak @RatnaSpaet memang mengalami penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum yang belum jelas. Jahat dan biadab sekali,” tulis Fadli Zon, Selasa (2/10).

Baca juga: Rachel Maryam Kecam Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Bahkan Fadli Zon juga mengungkapkan bahwa ia telah menjenguk Ratna yang tidak disebutkan lokasinya, pada Ahad (30/9), dan membenarkan cerita penganiayaan tersebut.

“Saya jenguk Mbak @RatnaSpaet saat proses recovery dua hari lalu. Tindakan penganiayaan ini memang sungguh keji,” kata Fadli.

Sementara, calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyampaikan cerita penganiyaan terhadap Ratna Sarumpaet ini kepada wartawan.

Baca juga: Ratna Sarumpeat Dianiaya Orang Tak Dikenal, Fadli Zon: Jahat dan Biadab Sekali

“Ceritanya beliau dilakukan tindakan kekerasan. Beliau seorang emak-emak, seorang nenek diancam untuk tidak bercerita tentang keadaannya,” kata Sandiaga di Mal Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagaimana dirilis berbagai media, Selasa (2/10).

Namun, walau mendengar cerita itu, Sandiaga meminta agar hal tersebut harus diverifikasi lebih lanjut kebenarannya.

“Kita perlu veriifikasi lagi. Saya nanti sore akan koordinasi lagi dengan Pak Prabowo. Ini hal yang sangat biadab yang dilakukan terhadap ibu-ibu,” ujar Sandiaga.

Baca juga: Terungkap, Ratna Sarumpaet Akhirnya Akui Berbohong Soal Penganiayaannya

Sebagaimana diberitakan, akhirnya Ratna Sarumpaet mengakui bahwa cerita ia dianiaya oleh sekelompok orang di sekitar Bandara Husaein Sastranegara, Bandung pada tanggal 21 September adalah cerita bohong atau hoaks.

Ratna mengakui bahwa dari tanggal 21-24 September sebenarnya sedang melakukan operasi plastik di sebuah Rumah Sakit Khusus di kawasan Menteng, Jakarta. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER