Sandiaga Bela Erick Thohir yang Dilaporkan ke Bawaslu

3
465
  • 557
    Shares
Terlihat poster 'penolakan' yang menyambut Sandiaga di pasar Kotapinang, Selasa (11/12/2018). (foto:doc Prabowo-Sandi)

TRENGGALEK, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno buka suara soal Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir, yang dilaporkan ke Bawaslu. Sandiaga menilai Erick tak bermaksud melontarkan sindiran negatif apalagi menghina dirinya.

“Janganlah kita terpecah-belah, walaupun setiap masyarakat punya hak untuk melaporkan. Tapi saya yakin Pak Erick maksudnya tidak seperti itu. Dia sahabat saya, jadi mitra saya dalam berdemokrasi dan berteman,” ujar Sandiaga Uno saat berkunjung ke Tugu Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (20/12).

Pelaporan Erick di Bawaslu dilakukan atas nama Fauzan Ohorella sebagai masyarakat. Erick dilaporkan lantaran dinilai menghina Sandiaga dengan menyebut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bersandiwara saat kejadian penolakan warga di Pasar Kota Pinang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (11/12).

Terkait peristiwa itu, Sandiaga menegaskan tidak ada rekayasa. Sandi pun sudah meminta si pemasang poster juga buka suara.

Baca juga: Sebut Sandiaga Bersandiwara, Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu

“Apa yang dilakukan di sana itu apa adanya, yang pasang poster sudah mengakui memang itu bukan sandiwara, memang keinginan dia,” ujar Sandi.

Sebelumnya, Sandiaga Uno ditolak warga saat berkunjung ke Pasar Kota Pinang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (11/12) lalu.

Penolakan itu ditunjukkan dengan menggunakan beberapa poster kertas yang berisi pesan-pesan yang tidak menginginkan kehadiran Sandiaga di sana. Sebab, warga di sana mengaku pilihan mereka tetap pada capres Jokowi.

Kejadian tersebut ada yang merekam dalam sebuah video, yang kemudian video tersebut viral di media sosial.

Baca juga: Sandiaga Disambut Poster Penolakan, Pedagang: Kami Dibayar Untuk Pasang Itu

Ketua TKN Erick Thohir pun angkat bicara, ia menyindir penolakan tersebut sebagai sandiwara belaka.

“Kita mesti bedain dong pemilu sama sinetron, sandiwara. Mesti kita bedain dong. Pemilu ini memilih pimpinan yang bisa memajukan bangsa Indonesia yang bisa membuat bangsa kita bersih dari korupsi, sejahtera, keadilan untuk semua, bukan yang sandiwara atau sinetron. Kalau itu, di TV aja kita nonton,” kata Erick, pada Kamis (13/12) lalu. (SU05)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU