Sandiaga Bela Erick Thohir yang Dilaporkan ke Bawaslu

TRENGGALEK, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno buka suara soal Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir, yang dilaporkan ke Bawaslu. Sandiaga menilai Erick tak bermaksud melontarkan sindiran negatif apalagi menghina dirinya.

“Janganlah kita terpecah-belah, walaupun setiap masyarakat punya hak untuk melaporkan. Tapi saya yakin Pak Erick maksudnya tidak seperti itu. Dia sahabat saya, jadi mitra saya dalam berdemokrasi dan berteman,” ujar Sandiaga Uno saat berkunjung ke Tugu Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (20/12).

Pelaporan Erick di Bawaslu dilakukan atas nama Fauzan Ohorella sebagai masyarakat. Erick dilaporkan lantaran dinilai menghina Sandiaga dengan menyebut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bersandiwara saat kejadian penolakan warga di Pasar Kota Pinang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (11/12).

Terkait peristiwa itu, Sandiaga menegaskan tidak ada rekayasa. Sandi pun sudah meminta si pemasang poster juga buka suara.

Baca juga: Sebut Sandiaga Bersandiwara, Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu

“Apa yang dilakukan di sana itu apa adanya, yang pasang poster sudah mengakui memang itu bukan sandiwara, memang keinginan dia,” ujar Sandi.

Sebelumnya, Sandiaga Uno ditolak warga saat berkunjung ke Pasar Kota Pinang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (11/12) lalu.

Penolakan itu ditunjukkan dengan menggunakan beberapa poster kertas yang berisi pesan-pesan yang tidak menginginkan kehadiran Sandiaga di sana. Sebab, warga di sana mengaku pilihan mereka tetap pada capres Jokowi.

Kejadian tersebut ada yang merekam dalam sebuah video, yang kemudian video tersebut viral di media sosial.

Baca juga: Sandiaga Disambut Poster Penolakan, Pedagang: Kami Dibayar Untuk Pasang Itu

Ketua TKN Erick Thohir pun angkat bicara, ia menyindir penolakan tersebut sebagai sandiwara belaka.

“Kita mesti bedain dong pemilu sama sinetron, sandiwara. Mesti kita bedain dong. Pemilu ini memilih pimpinan yang bisa memajukan bangsa Indonesia yang bisa membuat bangsa kita bersih dari korupsi, sejahtera, keadilan untuk semua, bukan yang sandiwara atau sinetron. Kalau itu, di TV aja kita nonton,” kata Erick, pada Kamis (13/12) lalu. (SU05)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER