Sebut Sandiaga Bersandiwara, Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena pernyataannya soal ‘sandiwara’ Sandiaga Uno.

Pelapor merupakan seorang warga bernama Fauzan Ohorella. Didampingi kuasa hukumnya, Tim Advokasi Indonesia Bergerak (TAIB), laporan dimasukkan ke bagian Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Pelapor menganggap Erick menghina Sandiaga lantaran menyebut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bersandiwara saat kejadian penolakan warga di Pasar Kota Pinang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (11/12).

“Bahwasannya beliau menyampaikan kejadian itu adalah sebuah rekayasa, adalah sebuah sandiwara,” ujar kuasa hukum Fauzan, Djamaluddin Koedoeboen dari TAIB, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).

Menurut Djamal, kejadian penolakan di pasar tersebut bukanlah sebuah sandiwara yang dibuat oleh Sandi. Namun, kata Djamal, warga yang memasang poster penolakan Sandiaga, Dirjon Sihotang, telah mengonfirmasi tindakannya berdasar inisiatif diri sendiri dan tanpa permintaan pihak lain.

Erick diduga Djamal melanggar Pasal 280 Ayat 1 huruf c dan d juncto Pasal 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam aduannya, pelapor menyertakan bukti berupa foto tangkapan layar berita media online dan rekaman video pernyataan Erick.

Djamal meminta Erick tidak menyerang secara individu dengan berita yang menurutnya hoaks.

“Kalau mau menyampaikan kepada masyarakat itu sebaiknya hanya visi dan misi saja. Jangan lebih kepada menyerang orang per orang soal berita hoaks dan sebagainya,” tuturnya.

Djamal mengatakan pihaknya juga akan melaporkan Erick ke Bareskrim Polri terkait hal yang sama.

“Kami juga akan ke Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan hal yang sama. Kepada Saudara Erick Thohir agar yang bersangkutan jagalah sikap,” ujarnya.

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, ditolak warga saat berkunjung ke Pasar Kota Pinang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (11/12) lalu.

Baca juga: Sandiaga Disambut Poster Penolakan, Pedagang: Kami Dibayar Untuk Pasang Itu

Penolakan itu ditunjukkan dengan menggunakan beberapa poster kertas yang berisi pesan-pesan yang tidak menginginkan kehadiran Sandiaga di sana. Sebab, warga di sana mengaku pilihan mereka tetap pada capres Jokowi.

Video peristiwa penolakan tersebut kemudian viral di media sosial.

Ketua TKN Erick Thohir pun angkat bicara, ia menyindir penolakan tersebut sebagai sandiwara belaka.

“Kita mesti bedain dong pemilu sama sinetron, sandiwara. Mesti kita bedain dong. Pemilu ini memilih pimpinan yang bisa memajukan bangsa Indonesia yang bisa membuat bangsa kita bersih dari korupsi, sejahtera, keadilan untuk semua, bukan yang sandiwara atau sinetron. Kalau itu, di TV aja kita nonton,” kata Erick, pada Kamis (13/12) lalu. (SU05)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER