Teddy mengaku akan melakukan perubahan kerja sebanyak 150 personel atau pekerja gardu tol di wilayah setempat ke beberapa bidang pekerjaan lain, karena cakupan Jasa Marga cukup luas.
Namun demikian perubahan kerja tersebut tidak secara langsung dilakukan, dan bertahap dengan jangka waktu sekitar tiga bulan setelah pemberlakukan otomatisasi gardu tol.
“Ini karena penerapan otomatisasi awal dipastikan membutuhkan petugas gardu tol di lapangan untuk memandu, khususnya di pintu tol,” katanya.
Ia berharap, penerapan otomatisasi gardu tol akan meningkatkan transaksi nontunai sesuai dengan program pemerintah yang mendorong gerakan nontunai di berbagai segmentasi.
Berdasakan data Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol dalam kurun lima tahun terakhir, penggunaan transaksi nontunai di ruas tol Jasa Marga setempat masih minim, sekitar 18 persen, dari total 270 ribu volume kendaraan per hari yang lalu-lalang, atau yang menggunakan masih sekitar 4 ribu hingga 6 ribu pengendara.
