Pengamat ekonomi perbankan dari Universitas Airlangga (Unair) Tika Widiastuti mengakui apabila tidak diterapkan, Indonesia akan menjadi negara tertinggal khususnya di bidang penerapan teknologi, sebab fungsi teknologi yang satu ini untuk memudahkan transaksi dan mempercepat akses perputaran ekonomi.
Berdasarkan data Bank Indonesia, hampir 95 persen transaksi keuangan nasional bernilai besar mempunyai sifat mendesak (urgent), seperti transaksi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB), transaksi di bursa saham, transaksi pemerintah, transaksi valuta asing (valas) serta settlement hasil kliring dilakukan melalui sistem BI-RTGS.
Pada tahun 2010 Bank Indonesia melalui sistem BI-RTGS (Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement) mencatat ada sedikitnya transaksi sebesar Rp174,3 triliun per hari, dan transaksi nontunai dengan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) dan uang elektronik masih sekitar Rp8,8 triliun per hari yang dilakukan bank atau lembaga selain bank (LSB).
Dengan dasar itulah, penerapan transaksi nontunai di gerbang tol seluruh Indonesia itu sudah sepatutnya diterapkan, karena menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat perputaran ekonomi yang bisa berdampak pada kemajuan suatu negara.
Solusi Pekerja General Manager PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Teddy Rosady menegaskan tidak akan ada PHK pekerja gardu/gerbang tol, khususnya di Cabang Surabaya-Gempol pada saat penerapan otomatisasi gardu tol Oktober 2017.
