Puslabfor: Benda di Rumah Ketua KPK Dipastikan Bom Palsu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Benda mencurigakan yang ditemukan di rumah Ketua KPK, Agus Raharjo, di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (9/1), setelah diidentifikasi Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Indonesia dipastikan merupakan bom palsu.

“Hasil dari Puslabfor Mabes Polri benda mirip bom di kediaman Pak Agus di Bekasi adalah bom palsu,” ujar Kepala Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi M Iqbal, di Jakarta, Kamis (10/1).

Iqbal mengatakan, benda itu terdiri atas paralon, kabel, paku, dan baterai, tetapi tidak terhubung sehingga tidak berbentuk benda dengan rangkaian seperti bom pada umumnya.

Dalam paralon juga ditemukan serbuk putih semacam semen putih yang dianalisis Puslabfor dan dipastikan bukan serbuk eksplosif, melainkan semen biasa.

Baca juga: Ada Benda Mencurigakan, Tim Gegana Sisir Lingkungan Rumah Ketua KPK

“Itu bom palsu diduga hanya untuk teror, tetapi kami terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap itu,” ujarnya.

Tim yang terdiri atas jajaran Polda Metro Jaya, dibantu anggota Detasemen Khusus Antiteror 88, Inafis, dan Puslabfor sudah menemukan semua petunjuk, keterangan dan rekaman CCTV, namun masih mendalaminya hingga kini.

Sedangkan untuk kediaman Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, belum banyak yang ditemukan secara ilmiah, yakni hanya dua botol yang salah satunya pecah.

Baca juga: Rumah Pimpinan KPK Laode Muhammad Syarif Dilempar Molotov

Sebelumnya, barang diduga bom ditemukan di pagar rumah Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan terdapat teror bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Rabu (9/1). (Ant/SU05)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER