PPAD: Libatkan Korps Zeni TNI untuk Bangun Infrastruktur di Papua

0
36
  • 10
    Shares
Ilustrasi - TNI membangun infrastruktur.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menyarankan agar pemerintah melibatkan Korps Zeni TNI AD dalam membangun infrastruktur di Papua terutama di wilayah yang rawan gangguan Gerombolan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (GSB-OPM).

“Kami mendorong pemerintah mendayagunakan Satuan Zeni TNI dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang rawan gangguan kelompok bersenjata di Papua,” kata Kiki dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/12).

Korps Zeni selama ini, kata Kiki, memiliki kemampuan menyangkut kemampuan mekanis teknologi termasuk membangun infrastruktur seperti jalan, disamping kemampuan mereka dalam bantuan tempur, konstruksi dan bangunan perang.

Menurutnya, pembangunan di Papua tetap harus dilanjutkan karena kehadiran GSB-OPM disebabkan masalah keadilan sosial yang belum baik dan TNI-Polri harus terus mengawal pembangunan dari gangguan kelompok bersenjata.

“Sudah benar pembangunan di Papua tidak berhenti, dan TNI-Polri harus terus mengawal,” ujarnya.

Terkait alasan GSB-OPM menyerang pekerja di Nduga, Papua karena para pekerja sebenarnya adalah anggota Korps Zeni yang sedang membangun jalan, menurut Kiki adalah alasan yang mengada-ada.

“Itu alasan mereka saja, Korps Zeni pasti menggunakan seragam saat melakukan pembangunan jalan atau infrastruktur. Korban penembakan di Nduga itu warga sipil. Dan kelompok bersenjata sudah tahu mereka adalah warga sipil,” pungkasnya.

Penembakan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada Ahad (2/12) sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi itu dilakukan oleh kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), yang disebut polisi sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letkol Inf. Dax Sianturi mencatat terdapat 24 orang selamat. Sementara, korban tewas mencapai 16 orang. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU