Pesantren dan Harmonisasi Warga Jombang Jadi Sorotan ASEAN

JOMBANG -Jombang kota kecil. Namun besar namanya ditingkat nasional. Ini karena sejarah mencatat, banyak tokoh nasional berasal dari kota ini. Yang lebih unik lagi, kota ini dikelilingi puluhan pesantren di segala sudut kota.

Dikota inilah, puluhan ribu warga dari berbagai kota bahkan negara, menjadi santri. Mereka para pelajar dan mahasiswa yang sedang nyantri di pesantren atau kuliah di kampus-kampus yang menyebar di pesantren.

Karena itulah, Bupati Nyono Suharli Wihandoko menyebut, kekhasan Jombang sebagai kota santri, dengan keharmonisan antar warga serta suburnya pertanian menjadikan banyak negara berkunjung ke kota ini.

“Saya mengucapkan terima kasih karena diberi kepercayaan 18 negara yang akan mengadakan acara ASEAN Youth Interfaith Camp, oktober nanti,“ tegas Nyono kepada media, Senin (27/2).

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Kemenlu (Kementrian Luar Negeri) bekerjasama dengan Pusat Study ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA Unipdu) Jombang. Kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp di Jombang diharapkan muncul banyak ide dalam mengembangkan kehidupan yang harmoni, kehidupan yang damai. Mereka bisa belajar dan berdialog tentang kehidupan yang harmoni dan damai di kota santri.

Acara dalam rangka HUT ASEAN ke-50 ini saat semakin pasti saat digelar pertemuan sejumlah pihak di pendapa Pemkab Jombang. Diantaranya Rektor Unipdu Prof Ahmad Zahro, Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementrian Luar Negeri, JS George Lantu, Direktur Pusat Study Asean Unipdu Jombang Zahrul Azhar, serta Bupati Nyono Suharli Wihandoko, Sabtu.

Jombang kata prof Zahro, dikenal memiliki ratusan pesantren. Namun di Jombang juga terdapat warga non muslim. Akan tetap mereka bisa hidup berdampingan secara damai.

“Ini bisa menjadi contoh negara lain dalam memelihara kerukunan umat beragama. Mereka bisa belajar dari sini,” tegas  Zahro.

EDITOR: Yus Arza

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.