JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit mengingatkan pemerintah dan berbagai pihak agar mencermati dan berhati-hati dalam menyikapi reklamasi teluk Jakarta bagi kelangsungan kedaulatan Indonesia di masa mendatang.
“Sasaran Reklamasi Teluk Jakarta, adalah menguasai apa yang dulu dikenal sebagai Pelabuhan Sunda Kelapa,” kata Pengamat geopolitik ini lewat rilis yang diterima SERUJI, Jumat (3/11).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah sejarawan Eropa memang sempat membantah beberapa studi sebelumnya yang mengatakan Pelabuhan Sunda Kelapa atau Calapa sebagai pelabuhan terbesar di Jawa Barat.
“Memang benar, pelabuhan terbesar Jawa Barat pada abad ke-16 adalah Pelabuhan Banten. Sebuah daerah yang awalnya dikuasai Kerajaan Padjajaran, namun setelah Padjajaran melemah, Sunan Gunung Jati dan putranya Hasanudin, berhasil merebut Banten Girang, atas arahan dari Kerajaan Islam Demak,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, dalam cara pandang geopolitik sebagai bagian integral dari wawasan geopolitik, untuk memblokade Pelabuhan Banten tersebut maka pihak asing, baik Barat maupun Timur, harus menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa.
“Begitu menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa, dan mematahkan perlawanan Banten, maka asing pada hakekatnya berhasil menguasai Laut Jawa dan Selat Sunda sekaligus. Sebab Banten, merupakan daerah yang membatasi Laut Jawa dan Selat Sunda,” ungkapnya.

Skrng bnyak orang pinter pda keblinger, inget mati,,,,,,,,
Reklamasi di Singapore adalah menambahkan daratan , bukan bikin pulau 2 , dahulu Changi adalah adalah pantai (1962) ,skrg letaknya di dlm kota , gk spt reklamasi kita , ibarat jkt dikepung kapal induk etnis tertentu
Mgkn utk mengisolasi , klw terjadi huru hara gampang exodusnya , contoh aja rmh2 yg di Ancol sekitar Marina , apa ada org dr suku2 kita yg tinggal dsna , klwpun ada cuma bbrp aja
Dengan hdp di pulau sdri mereka akan mdh bermain bs memasukan narkoba sesuka hati bisa pasok orang sekehendaknya karena mereka tranportasi nya lgsg kelaut sdkit sekli yg tau apa lagi nanti klo dah jadi bs jadi sekian kilo dr daratan orang tak blh mendekat maka dgn bgtu mereka aman bbs berbuat apa aja itulah sft bnalu
Sudah terstruktur, terencana, tersistem dgn rapi pemerintah, politisi, kita semua telah lengah. Mereka telah berhasil jg mengamandemen UUD 45 yg memungkinkan mereka bisa brkuasa (jadi presiden) harusnya cukuplah mereka menguasai ekonomi jangan kasih peluang terjun ke politik.
Sia-sia para pahlawan kita yg mengusir para penjajah dari tanah air , generasi saat ini malah mengundang penjajah buat jajah indonesia bukan malah mengusir mereka .
Apa ini yg nama’y NKRI harga mati ?????
Sudah pasti kalo reklamasi berjalan mulus…pulau pulau itu akan dihuni warga sipit dr tiongkok….mereka dibikinin ktp indon…reklamasi adalah basic suara dalam pemilu….udah pasti kan warga tiongkok milih siapa kalo pemilu?
Makanya.. skrg registrasi hrs pake No KK. Nanti data kita atau anak” kita di manipulasi..
Para patriot bangsa sadarlah banyak yg mendukung ahok dg reklamasi singkirkan saja para pengkhianat bangsa