“Apalagi Banten, selain merupakan daerah penyangga Laut Jawa dan Selat Sunda, Banten juga terhubung melalui kegiatan perdagangan internasional dengan negara-negara Semenanjung Malaka,” terang Hendrajit.
Minimnya wawasan geopilitik para pemimpin pemerintahan Indonesia ini, menurut Hendrajit, menyebabkan bangsa asing mudah menguasai Indonesia.
“Betapa bangsa-bangsa asing, baik asing Barat maupun asing Timur, sama sama memahami bahwa mata-rantai antara Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Banten, punya nilai strategis untuk menguasai geopolitik Maritim Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut Hendrajit menganjurkan agar pemerintah dan berbagai kalangan agar mau belajar dan memahami asal usul, sejarah, tanah air, sosial-ekonomi dan sosial-budaya, maupun cita-cita bersama atau ideologi dari masing-mansing daerah di bumi nusantara,
“Maka itu, di sinilah pentingnya ngaji geopolitik. Kalau tidak, ya inilah akibatnya sekarang. Memandang Reklamasi Teluk Jakarta hanya sekadar peluang ekonomi-bisnis dan proyek. Sehingga tak tahu apa bahayanya proyek macam ini bagi kedaulatan nasional sebuah negara,” pungkasnya.
(ARif R/Hrn)

Yg bodoh kamu ahmad santoso makanya blajar sejarah goblok lhir d jaman sekarang sih…
Jasmerah.Dulu penjajah juga memulai penjajahan dari Jakarta(Sunda Kelapa,Jayakarta yg kemudian dinamai Batavia oleh penjajah).
JADIKAN LAH KEKUASAAN MU UNTUK MEMAKMUR RAKYAT .NEGARA MU.BUKAN SEBALIK NYA MENJADI BUDAK ASING UNTUK MELANGGENGKAN KEKUASAAN MU.