
Menurut pengamat yang juga penulis buku “Tangan-Tangan Amerika, Operasi Siluman AS Dipelbagai Belahan Dunia”, cara pandang dan pola pikir geopolitik tersebut yang sama sekali diabaikan oleh para pemimpin pemerintahan Indonesia, baik nasional maupun daerah, sengaja atau tidak sengaja.
“Sehingga benarlah ungkapan yang sering kita sampaikan, bahwa dangkalnya wawasan geopolitik, menjadi pintu masuk kepentingan asing menjarah kedaulatan nasional kita,” katanya.
Dikisahkannya bahwa Gubernur Jenderal Belanda Jan Peterzon Coen yang justru menggunakan cara pandang ini, untuk menguasai geopolitik maritim nusantara.
“Mengambil alih Banten, lewat penguasaan Pelabuhan Sunda Kelapa, untuk menguasai Banten yang merupakan daerah penyangga/buffer zone dari Laut Jawa dan Selat Sunda. Belanda berhasil melakukan itu pada 1619,” terangnya.
Dengan menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten yang berhasil ditaklukkan setelah itu, praktis Tanah Jawa berhasil dikuasai Belanda melalui keunggulanya di matra laut.

Yg bodoh kamu ahmad santoso makanya blajar sejarah goblok lhir d jaman sekarang sih…
Jasmerah.Dulu penjajah juga memulai penjajahan dari Jakarta(Sunda Kelapa,Jayakarta yg kemudian dinamai Batavia oleh penjajah).
JADIKAN LAH KEKUASAAN MU UNTUK MEMAKMUR RAKYAT .NEGARA MU.BUKAN SEBALIK NYA MENJADI BUDAK ASING UNTUK MELANGGENGKAN KEKUASAAN MU.