Oknum Pilot Lion Air Yang Aniaya Pegawai Hotel Dilarang Terbang dan Terancam Dipecat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penganiayaan yang dilakukan oknum Pilot dari maskapai Lion Air terhadap seorang pegawai sebuah hotel di Surabaya, videonya viral di media sosial. Terlihat di video tersebut Pilot yang kemudian diketahui berinisial AG menampar 3 kali dan memukul sekali pegawai hotel yang sama sekali tidak melakukan perlawanan.

Menyikapi kejadian tersebut, Lion Air segera mengambil sikap dengan memberikan sanksi pada AG berupa larangan terbang.

Hal itu diungkapkan Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro lewat keterangan tertulisnya yang dikirim ke media.

“Atas hal tersebut, Lion Air sudah melaksanakan aturan perusahaan dengan tidak menugaskan AG sesuai profesinya atau tidak memberikan izin tugas terbang (grounded),” kata Danang dalam keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI, Jumat (3/5).

Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Selasa (30/4) tersebut, diduga hanya karena persoalan seragam AG yang kurang rapi disetrika oleh pegawai hotel.

Dijelaskan Danang, Lion Air saat ini masih melakukan proses pengumpulan data, informasi dan keterangan lain untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Apabila pilot dimaksud (AG) terbukti bersalah setelah keputusan penyelidikan selesai, maka Lion Air akan memberikan sanksi tegas dengan memberhentikan dari perusahaan,” jelasnya.

Ditegaskan juga oleh Danang, bahwa sebagai perusahaan penerbangan Lion Air sangat patuh menerapkan dan mengutamakan budaya kedisiplinan di semua lini, termasuk perilaku ataupun etika karyawan.

“Kebijakan ini dalam rangka mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first),” tukasnya.

Berikut Video Penganiayaan Yang Dilakukan Oknum Pilot Lion Air Terhadap Pegawai Hotel di Surabaya;

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi