Negara-Negara Besar Kecam Presiden AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

0
40

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sejumlah negara besar seperti China, Rusia, Iran, dan Turki pada Rabu mengecam rencana Amerika Serikat untuk memindahkan kantor kedutaan mereka ke Yerusalem. Kebijakan itu berarti mengakui kota suci tiga agama tersebut sebagai ibu kota Israel.

Sebelumnya pada Selasa (5/12) waktu setempat, sejumlah pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana untuk merelokasi kantor kedutaan AS dari Tel Aviv.

Pengakuan Trump terhadap klaim sepihak Israel atas status Yerusalem merupakan pembalikan arah kebijakan lama Amerika Serikat yang sebelumnya selalu menyatakan bahwa status kota tua itu harus diputuskan melalui perundingan dengan Palestina, yang menuntut Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.

Menanggapi keputusan tersebut, Baijing mengatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat berpotensi “memperuncing konflik regional” di Timur Tengah, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.

“Semua pihak harus berbuat lebih banyak demi perdamaian di kawasan ini, mereka harus lebih berhati-hati, dan menghindari langkah-langkah yang bisa memicu kerusuhan baru di kawasan,” kata Geng.

Meski tidak terlalu aktif dalam persoalan regional Timur Tengah, China sudah sejak lama menyatakan sikap bahwa Palestina harus bisa mendirikan negara merdeka.

Sementara itu pada hari yang sama, Rusia mengaku khawatir konflik antara Israel dengan Palestina akan semakin parah oleh keputusan terbaru Trump memindahkan kantor perwakilan Amerika Serikat ke Yerusalem.

“Meski demikian, kami belum akan berkomentar mengenai keputusan yang belum diambil,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam konferensi pers.

Trump sendiri baru akan menyampaikan pidato keputusannya pada Rabu malam waktu setempat.

Di Iran, Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei menanggapi berita ini dengan menyatakan bahwa rencana Amerika Serikat merupakan tanda ketidakmampuan dan kegagalan politik luar negeri negara tersebut.

“Bahwa mereka (Amerika Serikat, red) menyatakan ingin menjadikan Quds sebagai ibu kota Palestina yang diduduki, itu adalah karena ketidakmampuan dan kegagalan mereka,” kata Khamenei yang menggunakan nama Arab bagi Yerusalem.

Iran adalah negara yang selalu mendukung kelompok-kelompok pembebasan Palestina yang bertempur menggunakan senjata melawan Israel.

“Mengenai persoalan Palestina, tangan-tangan Amerika Serikat sudah terikat dan mereka tidak bisa mencapai tujuannya,” kata Khamenei yang yakin rakyat Palestina akan keluar menjadi pemenang dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Para pejabat pemerintah Amerika Serikat mengatakan sendiri bahwa mereka harus memulai peperangan di kawasan untuk melindungi keamanan rezim Zionis Israel,” kata Khamenei.

Ada banyak penguasa di kawasan Timur Tengah yang menurut pada kehendak Washington, mereka “menari sesuai dengan nada-nada yang dimainkan Amerika Serikat,” kata Khamenei yang menyindir rival regional negaranya, Arab Saudi.

Di sisi lain, Turki juga mengutarakan kecaman serupa.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Casuvoglu mengatakan Amerika Serikat akan “melakukan kesalahan besar” jika meneruskan rencananya memindahkan kedutaan dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Casuvloglu mengaku sudah mengingatkan hal ini kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menjelang pertemuan bilateral di kantor pusat NATO di Brussel.

“Ini adalah kesalahan besar yang tidak akan membawa stabilitas, melainkan kekacauan,” kata dia.

“Dunia sepenuhnya mengecam hal ini,” kata dia.

Proses pemindahan kantor kedutaan Amerika Serikat diperkirakan akan memakan waktu selama tiga sampai empat tahun, kata sejumlah pejabat setempat.

Komunitas internasional sendiri tidak mengakui kedaulatan Israel terhadap keseluruhan kota Yerusalem, yang merupakan kota suci bagi penganut agama Islam, Yahudi, dan Kristen. (Reuters/Ant/SU01)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

buku ips kelas 6

PKS Minta Pemerintah Selidiki Buku IPS Yudistira

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau meminta pemerintah menyelidiki buku IPS yang diterbitkan PT Yudistira untuk kelas VI SD, karena di salah satu...
zainut tauhid

Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri, MUI: Hukum Imunisasi itu Mubah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI belum menerima pendaftaran dan permintaan pemeriksaan kehalalan vaksin difteri dari pihak...

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...