Mathla’ul Anwar Kecam Keputusan Trump Terkait Yerusalem

0
71
Masjidil Aqsa di Yerusalem
Masjidil Aqsa di Kota Yerusalem. (foto:Tour Your Way)

MELBOURNE, SERUJI.CO.ID – Tiga badan otonom organisasi massa Islam Mathla’ul Anwar (MA) mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim sepihak Ibu Kota Israel di Yerusalem.

“Kota Yerussalem (Al Quds) adalah kota suci bagi tiga agama yaitu Islam, Nasrani, dan Yahudi, karena di Kota itu Ummat Muslim beribadah di Masjid Al Aqsa, Ummat Nasrani beribadah di Gereja Natipiti, dan Ummat Yahudi beribadah di Tembok Ratapan. Klaim sepihak penguasaan Kota Yerusalem oleh negara Israel, dipastikan akan merusak kebebasan beribadah dan hubungan ketiga agama yang sebelumnya harmonis,” kata DPP Generasi Muda MA Ahmad Nawawi, SSi dalam keterangan tertulis yang diterima di Melbourne, Sabtu (9/12).

Ia bersama Ketua Umum PP Muslimat MA Hj. Trisna Ningsih Yuliati dan Ketua Umum DPP Himpunan Mahasiswa MA Syahrial, mengecam tindakan Presiden Trump yang pada Rabu (6/12) memutuskan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel, dari kota Tel Aviv ke kota Jerussalem (Al Quds).

Loading...

Menurut tiga badan otonom organisasi massa Islam tersebut keputusan Trump menjadi bukti, ia sudah tersandera kepentingan Israel.

“Israel telah merampas kota Al Quds secara sistematis, untuk dijadikan ibu kota negara ilegal Israel, dengan mengalihkan seluruh kantor-kantor pemerintahannya juga pihak keamanan dan tentaranya, yang tentunya akan berdampak serius terhadap pembatasan ibadah bagi Umat Muslim dan Umat Nasrani yang berada di sana,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi  serta Kementerian Luar Negeri dan seluruh pimpinan Organisasi Masyarakat Indonesia yang cepat merespon keputusan Donald Trump tersebut.

Ketiga badan otonom itu menuntut keras agar Trump menarik kembali keputusan yang dipastikan akan merusak rintisan jalan panjang bagi terwujudnya perdamaian di Palestina, Timur Tengah, dan juga dunia.

“Kami mengajak seluruh warga sipil Amerika Serikat di dunia untuk menyampaikan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Donald Trump yang melukai sejarah kemanusiaan dunia,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU