Kivlan Zen Sebut YLBHI Layak Dibubarkan

JAKARTA – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menegaskan bahwa Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) harus dibubarkan.

Pasalnya, Kivlan menilai YLBHI mengungkit luka Indonesia soal Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam seminar yang digelar beberapa waktu lalu. Sejumlah kasus pun dituding melawan hukum, salah satunya kegiatan seminar pada Sabtu (17/9) dan Ahad (18/9).

“Mereka melanggar TAP MPRS, berarti melangar UUD, berarti pembangkang. Bukan hanya sekali dua kali. Berarti LBH harus dibubarkan seperti HTI,” kata Kivlan di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (19/9).

Kivlan mengaku mendapatkan informasi bahwa kegiatan seminar pelurusan sejarah peristiwa 1965 di YLBHI bertujuan untuk meminta pemerintah mencabut Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Info itu didapatkan dari anak buahnya yang mengikuti acara YLBHI.

“Mereka tak seminar, tapi pas pentas seni dan menyataan PKI tidak salah, yang salah Orde baru, yang salah pemerintah Soeharto, yang salah adalah tentara. Mereka minta cabut TAP MPR tentang larangan adanya PKI,” jelas Kivlan.

Bahkan, kata Kivlan, dia mendapat informasi adanya seseorang mengenakan baju bergambar palu dan arit (lambang PKI) keluar dari kantor YLBHI.

“Waktu saya dengar ada yang keluar pakai lambang palu arit dari kantor LBH. Ada lagu-lagu Genjer-Genjer yang dinyanyikan Genjer-Genjer. Itu lagu perangnya PKI ketika menyerang. Itu yang saya dengar,” kata Kivlan.

Kivlan tak terima ketika kesalahan seolah diarahkan pada dirinya. Ia membantah mendalangi pengepungan Kantor YLBHI. Lembaga itu, dengan atau tanpa pengepungan seharusnya dibubarkan sejak dulu.

“Tapi saya dituduh sebagai provokator dalang sebagai orang yang mengkoordinasi. Jadi dengan demikian LBH sudah sejak lama kita tengarai berusaha mengungkit-ungkit luka lama,” ucap dia.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER