Kivlan Zen Sebut YLBHI Layak Dibubarkan

1
278
kivlan zen
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menegaskan bahwa Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) harus dibubarkan.

Pasalnya, Kivlan menilai YLBHI mengungkit luka Indonesia soal Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam seminar yang digelar beberapa waktu lalu. Sejumlah kasus pun dituding melawan hukum, salah satunya kegiatan seminar pada Sabtu (17/9) dan Ahad (18/9).

“Mereka melanggar TAP MPRS, berarti melangar UUD, berarti pembangkang. Bukan hanya sekali dua kali. Berarti LBH harus dibubarkan seperti HTI,” kata Kivlan di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (19/9).

Loading...

Kivlan mengaku mendapatkan informasi bahwa kegiatan seminar pelurusan sejarah peristiwa 1965 di YLBHI bertujuan untuk meminta pemerintah mencabut Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Info itu didapatkan dari anak buahnya yang mengikuti acara YLBHI.

“Mereka tak seminar, tapi pas pentas seni dan menyataan PKI tidak salah, yang salah Orde baru, yang salah pemerintah Soeharto, yang salah adalah tentara. Mereka minta cabut TAP MPR tentang larangan adanya PKI,” jelas Kivlan.

Bahkan, kata Kivlan, dia mendapat informasi adanya seseorang mengenakan baju bergambar palu dan arit (lambang PKI) keluar dari kantor YLBHI.

“Waktu saya dengar ada yang keluar pakai lambang palu arit dari kantor LBH. Ada lagu-lagu Genjer-Genjer yang dinyanyikan Genjer-Genjer. Itu lagu perangnya PKI ketika menyerang. Itu yang saya dengar,” kata Kivlan.

Kivlan tak terima ketika kesalahan seolah diarahkan pada dirinya. Ia membantah mendalangi pengepungan Kantor YLBHI. Lembaga itu, dengan atau tanpa pengepungan seharusnya dibubarkan sejak dulu.

“Tapi saya dituduh sebagai provokator dalang sebagai orang yang mengkoordinasi. Jadi dengan demikian LBH sudah sejak lama kita tengarai berusaha mengungkit-ungkit luka lama,” ucap dia.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU