cristiano ronaldo

Ronaldo Sumbang 2 Gol Saat Real Tekuk Sevilla

AWSC

Irwandi Apresiasi Peserta Sepak Bola AWS

Kenali Fungsi Ginjal Anda

1
130
Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr Nila F Moeloek SpM(K) mengajak anak-anak Indonesia untuk sadar pentingnya hidrasi sehat untuk tubuh lewat gerakan "Ayo Minum Air" (AMIR) yang digagas oleh Indonesia Hydration Working Group (IHWG)-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sebagai dukungan atas "Gerakan Masyarakat Sehat" (GERMAS) dari Kementerian Kesehatan RI. (foto: Istimewa)

JAKARTA – Peringatan World Kidney Day (WKD) yang jatuh setiap Kamis kedua bulan Maret, memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ginjal terhadap kesehatan serta sebagai upaya untuk mengurangi frekuensi dan dampak dari penyakit dan gangguan kesehatan ginjal di seluruh dunia.

Ginjal, dalam sistem metabolik tubuh manusia, selain menjadi organ penyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, juga berfungsi menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh. Organ ini juga mengatur keseimbangan asam-basa, konsentrasi elektrolit, pengaturan tekanan darah dan memproduksi vitamin D aktif yang membantu mempertahankan tulang yang sehat.

Ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yaitu dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah. Setiap hari, ginjal menyaring 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 ml darah per menit, jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa menyaring darah sebanyak 50 kali dalam sehari.

Seringkali orang tidak menyadari bahwa fungsi ginjal mereka sudah mengalami penurunan pada stadium ringan hingga sedang. Oleh karena itu banyak yang menyebut penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan silent desease pada tahap awal. PGK adalah kondisi terjadinya penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan karena adanya kerusakan ginjal yang disebabkan oleh abnormalitas struktural atau fungsional dengan atau tanpa Laju Filtrasi Glomerulus (LFG).

Selain itu, LFG kurang dari 60ml/menit selama lebih dari 3 bulan, dengan atau tanpa terjadinya kerusakan ginjal. Fungsi gunjal pada penderita PGK biasannya tidak pernah kembali normal. Jika sudah sampai pada stadium akhir, mereka memerlukan perlakuan pengganti ginjal diantaranya: hemodialisis, peritoneal dialisis atau transplantasi ginjal.

Seiring dengan berkembangnya PGK menjadi lebih parah, yang dikenal juga sebagai gagal ginjal, berbagai gejala dapat muncul. Gejala awal PGK adalah mudah lelah, sesak nafas, mual, penurunan daya konsentrasi dan nafsu makan, gangguan tidur, keram otot, pembengkakan pada kaki dan tumit, kulit menjadi lebih gelap, peningkatan atau frekuensi berkemih,perasaan gatal hingga mati rasa.

Penyebab umum dari PGK adalah diabetes, hipertensi, glomerulonefritis kronik, penyakit ginjal polikistik, opstruksi-infeksi dan penyebab lain yang tidak dapat diketahui. Faktor resiko utama PGK adalah diabetes, hipertensi, usia>50 tahun (lansia lebih beresiko mengalami PGK), kebiasaan merokok, adanya riwayat keluarga, serta riwayat ISK atau batu ginjal berulang.

Frekuensi PGK saat ini terus meningkat di seluruh dunia. Penyebab utama kegagalan fungsi ginjal ini adalah hipertensi dan diabetes yang sangat terkait dengan pola makan dan gaya hidup. Selain itu, PGK dapat memicu penyakit kardiovaskular. Studi terbaru menunjukkan bahwa fungsi gangguan ginjal juga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, dan orang-orang dengan PGK memiliki resiko mengalami penyakit kordiovaskular seperti serangan jantung dan stroke serta kematian dini.

Pencegahan dan Pengobatan Hidrasi sehat dengan konsumsi gizi seimbang, serta aktif melakukan olahraga. Deteksi dini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya PGK serta untuk memperlambat atau menghindari PGK tahap akhir melalui analisis darah atau urin, tes carik celup (mikroalbuminuria bagi penderita diabetes), periksa tekanan darah secara rutin.

Perlu untuk selalu menjaga perilaku hidrasi sehat dengan konsumsi gizi seimbang, serta aktif melakukan olah raga.

Pengobatan untuk penyakit gagal ginjal dapat dilakukan dengan dialisis rutin seperti Hemodialisis (HD) dan Peritoneal Dialisis (PD) sebagai pengganti fungsi ginjal untuk menyaring darah. Biasanya, mereka yang memerlukan dialisis memiliki fungsi ginjal yang sudah sangat menurun, sehingga perlu dilakukan terapi pengganti ginjal (renal replacement therapy, RRT) berupa hemodialisis, peritoneal dialisis, dan transplantasi ginjal. Dialisis bukan pengobatan, melainkan sebagai pengganti fungsi kedua ginjal bagi mereka yang sudah masuk dalam kategori PGK stadium 5.

Sumber :

1) www.kidney-facts.com
2) www.kidneyday.org
3) http://www.thelancet.com
4) http://www.obesityaction.org
5) https://www.researchgate.net
6) http://press.thelancet.com

EDITOR: Harun S

Tulisan terbaru Nurur Widodo (semua)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...