Kenali Fungsi Ginjal Anda

JAKARTA – Peringatan World Kidney Day (WKD) yang jatuh setiap Kamis kedua bulan Maret, memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ginjal terhadap kesehatan serta sebagai upaya untuk mengurangi frekuensi dan dampak dari penyakit dan gangguan kesehatan ginjal di seluruh dunia.

Ginjal, dalam sistem metabolik tubuh manusia, selain menjadi organ penyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, juga berfungsi menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh. Organ ini juga mengatur keseimbangan asam-basa, konsentrasi elektrolit, pengaturan tekanan darah dan memproduksi vitamin D aktif yang membantu mempertahankan tulang yang sehat.

Ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yaitu dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah. Setiap hari, ginjal menyaring 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 ml darah per menit, jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa menyaring darah sebanyak 50 kali dalam sehari.

Seringkali orang tidak menyadari bahwa fungsi ginjal mereka sudah mengalami penurunan pada stadium ringan hingga sedang. Oleh karena itu banyak yang menyebut penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan silent desease pada tahap awal. PGK adalah kondisi terjadinya penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan karena adanya kerusakan ginjal yang disebabkan oleh abnormalitas struktural atau fungsional dengan atau tanpa Laju Filtrasi Glomerulus (LFG).

Selain itu, LFG kurang dari 60ml/menit selama lebih dari 3 bulan, dengan atau tanpa terjadinya kerusakan ginjal. Fungsi gunjal pada penderita PGK biasannya tidak pernah kembali normal. Jika sudah sampai pada stadium akhir, mereka memerlukan perlakuan pengganti ginjal diantaranya: hemodialisis, peritoneal dialisis atau transplantasi ginjal.

Seiring dengan berkembangnya PGK menjadi lebih parah, yang dikenal juga sebagai gagal ginjal, berbagai gejala dapat muncul. Gejala awal PGK adalah mudah lelah, sesak nafas, mual, penurunan daya konsentrasi dan nafsu makan, gangguan tidur, keram otot, pembengkakan pada kaki dan tumit, kulit menjadi lebih gelap, peningkatan atau frekuensi berkemih,perasaan gatal hingga mati rasa.

Penyebab umum dari PGK adalah diabetes, hipertensi, glomerulonefritis kronik, penyakit ginjal polikistik, opstruksi-infeksi dan penyebab lain yang tidak dapat diketahui. Faktor resiko utama PGK adalah diabetes, hipertensi, usia>50 tahun (lansia lebih beresiko mengalami PGK), kebiasaan merokok, adanya riwayat keluarga, serta riwayat ISK atau batu ginjal berulang.

Frekuensi PGK saat ini terus meningkat di seluruh dunia. Penyebab utama kegagalan fungsi ginjal ini adalah hipertensi dan diabetes yang sangat terkait dengan pola makan dan gaya hidup. Selain itu, PGK dapat memicu penyakit kardiovaskular. Studi terbaru menunjukkan bahwa fungsi gangguan ginjal juga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, dan orang-orang dengan PGK memiliki resiko mengalami penyakit kordiovaskular seperti serangan jantung dan stroke serta kematian dini.

Pencegahan dan Pengobatan Hidrasi sehat dengan konsumsi gizi seimbang, serta aktif melakukan olahraga. Deteksi dini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya PGK serta untuk memperlambat atau menghindari PGK tahap akhir melalui analisis darah atau urin, tes carik celup (mikroalbuminuria bagi penderita diabetes), periksa tekanan darah secara rutin.

Perlu untuk selalu menjaga perilaku hidrasi sehat dengan konsumsi gizi seimbang, serta aktif melakukan olah raga.

Pengobatan untuk penyakit gagal ginjal dapat dilakukan dengan dialisis rutin seperti Hemodialisis (HD) dan Peritoneal Dialisis (PD) sebagai pengganti fungsi ginjal untuk menyaring darah. Biasanya, mereka yang memerlukan dialisis memiliki fungsi ginjal yang sudah sangat menurun, sehingga perlu dilakukan terapi pengganti ginjal (renal replacement therapy, RRT) berupa hemodialisis, peritoneal dialisis, dan transplantasi ginjal. Dialisis bukan pengobatan, melainkan sebagai pengganti fungsi kedua ginjal bagi mereka yang sudah masuk dalam kategori PGK stadium 5.

Sumber :

1) www.kidney-facts.com
2) www.kidneyday.org
3) http://www.thelancet.com
4) http://www.obesityaction.org
5) https://www.researchgate.net
6) http://press.thelancet.com

EDITOR: Harun S

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER