Inilah Jadwal dan Barang Bawaan Raja Arab di Indonesia


JAKARTA – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Azis Al-Saud dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada (1-9/3) dengan total 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran. Kunjungan ini akan membahas penambahan kuota haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, perlindungan WNI di Arab Saudi, dan penandatanganan MoU sejumlah bidang bisnis. Kunjungan ini adalah kunjungan pertama kali Raja Arab Saudi selama kurun waktu 47 tahun yang lalu.

Raja Salman dan rombongan direncanakan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (1/3) disambut langsung oleh Presiden Jokowi. Namun sebelumnya, Selasa (28/2) dijadwalkan pangeran dan para delegasi terlebih dahulu mendarat untuk mematangkan persiapan kedatangan raja. Mereka menggunakan pesawat berbadan lebar Boeing 777 dan dua pesawat berbadan sedang Boeing 737-800.

Selama empat hari hari (1-4/3) rombongan berada di Jakarta membahas sejumlah pertemuan dengan pemerintah RI, termasuk akan berkunjung ke Gedung DPR/MPR di ruang sidang paripurna dan Masjid Istiqlal.

Seskab Pramono Anung mengatakan, Arab Saudi akan menyuntikkan investasi di Indonesia sebesar USD 25 miliar atau setara dengan Rp 332,5 triliun. Dalam kunjungan ini akan ditandatangani investasi perusahaan migas Saudi, Aramco senilai USD 6 miliar di Cilacap dan investasi lainnya.

Kemudian pada (4-9/3) seluruh rombongan akan berkunjung ke Bali untuk liburan. Paspampres, TNI, Polri, PT Angkasa Pura I, dan protokoler Kerajaan Arab Saudi terus mematangkan persiapan dan keamanan menjelang kedatangan rombongan dengan standar VVIP. Kedatangan dan kepulangan rombongan dipastikan tidak mengganggu penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma dan I Gusti Nugarah Rai.

Rombongan Kerajaan Arab Saudi akan menggunakan tujuh peswat khusus di Indonesia. Ketujuh pesawat yang digunakan, yakni dua pesawat Boeing 777/2, satu Boeing 747/1XP, satu Boeing 747/3, 1 Boeing 747-400, satu Boeing 757, dan satu pesawat jenis Hercules.

Selain itu juga rombongan membawa bahan makanan dan minuman, peralatan kantor, furnitur, dan mesin x-ray. Juga membawa dua unit Mercy S600 yang telah tiba di Halim Perdanakusuma pada Kamis (23/2) lalu. Dua Mercy S600 juga telah tiba di Denpasar pada Sabtu (18/2) dan dua eskalator elektrik untuk alat turun raja dari pesawat yang telah tiba terlebih dahulu pada Selasa dan Rabu (21-22/2) di Denpasar dan Jakarta.

EDITOR: Rizky

11 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close