Reaksi Trump: “Aib!” dan Rencana Cadangan
Trump menerima kabar putusan ini saat sedang bertemu dengan para gubernur di Gedung Putih. Ia menyebut putusan tersebut sebagai sebuah “aib” (disgrace) dan langsung meninggalkan ruangan. Ia dijadwalkan menggelar konferensi pers tak lama setelah putusan diumumkan.
Meski marah, Trump dan pemerintahannya sudah menyiapkan rencana cadangan. Administrasi berencana mengandalkan undang-undang perdagangan lain — seperti Section 232, Section 301, Section 122, atau Section 338 — untuk mengganti tarif yang dibatalkan.
Namun, undang-undang-undang tersebut memiliki batasan lebih ketat: misalnya, Section 122 membatasi tarif maksimum 15% dan hanya berlaku 150 hari.
“Tanpa tarif, negara ini akan dalam masalah besar sekarang.”
— Donald Trump, sehari sebelum putusan dijatuhkan
Apa Arti Ini bagi Indonesia dan Dunia?
Bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia, tarif resiprokal Trump sempat menjadi ancaman nyata. Indonesia sebelumnya dihadapkan pada tarif setinggi 32% dalam skema resiprokal, yang berpotensi menekan ekspor komoditas dan produk manufaktur ke pasar Amerika.
Dengan batalnya tarif ini, tekanan tersebut secara hukum gugur — setidaknya untuk sementara. Namun ketidakpastian tetap membayangi, mengingat Trump berjanji akan menggunakan jalur hukum lain untuk mempertahankan kebijakan tarifnya. Pelaku usaha dan pemerintah di seluruh dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari Washington.
Kesimpulan: Babak Baru Perang Dagang
Putusan Mahkamah Agung AS ini bukan akhir dari perang dagang era Trump — melainkan babak baru yang lebih kompleks. Meski tarif resiprokal berbasis IEEPA dinyatakan ilegal, Trump masih memiliki sejumlah alat hukum untuk melanjutkan agenda proteksionisnya. Sementara itu, dunia usaha, konsumen, dan mitra dagang AS harus bersiap menghadapi periode transisi yang penuh ketidakpastian.
Yang jelas: ini adalah kekalahan hukum terbesar yang dialami pemerintahan Trump kedua sejauh ini, dan sebuah pengingat bahwa bahkan di era kekuasaan eksekutif yang diperluas, Mahkamah Agung masih menjadi garis batas terakhir.
Sumber: NBC News, CNN, CBS News, Time, Axios, Tax Foundation, NPR — 20 Februari 2026
Artikel ini akan terus diperbarui seiring perkembangan situasi.
