Dalang Pembakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga Dihukum Seumur Hidup

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Jaya Mita br Ginting menangis seketika saat majelis hakim menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup. Wanita ini terbukti bersalah menjadi otak pelaku pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jalan Pertanian/Milala, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Rabu (5/4/2017) lalu.

“Menghukum, menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa Jaya Mita br Ginting,” ucap Ketua Majelis Hakim Richard Silalahi dalam sidang beragenda putusan yang berlangsung di ruang Cakra I Pengadilan Negeri Medan, Selasa (16/1).

Selain Jaya Mita, Ketua Majelis Hakim Richard Silalahi juga menghukum para pelaku lainnya, dengan hukuman bervariasi yakni Cari Muli br Ginting, Maju Suranta Siallagan alias Maju Ginting, serta Rudi Suranta Ginting masing-masing 20 tahun penjara.

Sedangkan Zulpa Nitra Purba masih dalam kasus yang sama dengan majelis hakim terpisah dihukum selama 18 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Togatorop.


Usai mendengarkan putusan majelis hakim, baik JPU, maupun kelima terdakwa masih pikir-pikir apakah akan mengajukan upaya hukum banding.

BACA JUGA:  Minta Tak Pergi Liburan Saat Pencoblosan, Gubernur Riau Imbau ASN Gunakan Hak Pilih

Sebelumnya JPU Sindu meminta kepada majelis hakim agar kelima terdakwa masing-masing dijatuhi pidana penjara seumur hidup.

Dalam kasus ini, pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga dilatarbelakangi dendam. Jaya Mita br Ginting tidak terima karena Ganti Ginting belum melunasi sisa pembayaran dari pembelian rumah sebesar Rp 102 Juta.

Ganti Ginting dan istrinya, Marita br Sinuhaji baru melakukan pembayaran Rp 136 juta.

Karena tak kunjung dibayar, membuat Mita dan Cari Ginting menjadi gelap mata dan menyuruh Maju, Rudi dan Zulpa untuk membakar rumah Ganti Ginting.

Rumah korban dibakar oleh para terdakwa dari luar dengan menggunakan bensin.  Akibat perbuatan para terdakwa, empat orang yang berada di dalam rumah, meninggal karena keracunan asap.

Keempat korban tewas itu, masing-masing bernama ‎Marita br Sinuhaji, Frenki Riza Ginting, Kristin br Ginting, dan Selvi br Ginting. Hasil autopsi, tenggorokan sampai paru-paru para korban penuh CO2 dan mengalami luka bakar serius. (Mica/SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Ide Outfit Kondangan Padu Padan Celana dan Atasan

Ide outfit kondangan memakai celana ini bisa jadi andalan bagi anda yang anti ribet.