Beredar Dokumen Laporan Penyelidikan Polisi Terkait Pengeroyokan Ratna Sarumpeat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pagi ini, Rabu (3/10) lewat jejaring aplikasi kirim pesan dan media sosial (medso) beredar sebuah dokumen yang dengan judul “Laporan Hasil Penyelidikan Viralnya Berita Pengeroyokan Ratna Sarumpeat”. Di dokumen tersebut tercantum logo Polda Metro Jaya dan Satuan Reskrim.

Dalam dokumen dengan tebal 11 halaman tersebut, disebutkan hasil investigasi kepolisian terkait persitiwa yang disebut-sebut terjadi pengeroyokan terhadap aktivis perempuan Ratna Sarumpeat.

Di dalam dokumen yang diterima SERUJI di group WhastApp (WA), tidak diketahui dengan jelas validitas atau keaslian dokumen tersebut. Dan tidak tercantum nama penanggung-jawab atau penyidik dalam laporan penyelidikan tersebut.

Laporan yang disajikan di dalam dokumen tersebut menyebut bahwa pihak polisi telah melakukan penyelidikan sejak kasus itu mencuat.


Hasil penyelidikan di Polda Jabar ditemukan empat hal yang berbeda dari yang dikisahkan Ratna Sarumpeat dan berita yang beredar. Pertama, tidak ada agenda kegiatan masyarakat berupa ‘Konferensi Negara Asing’ di Provinsi Jawa Barat pada tanggal 21 September, sebagaimana yang diklaim Ratna bahwa ia dikeroyok sehabis menghadiri konferensi tersebut.

Kedua, Polda Jabar juga tidak menemukan nama Ratna Sarumpeat sebagai pasien di 23 Rumah Sakit di Jawa Barat sejak tanggal 21 September. Ketiga, hasil koordinasi dengan berbagai pihak di Bandara Husein Sastranegara, tidak mengetahui adanya pengeroyokan yang terjadi pada tanggal 21 September, terhadap Ratna Sarumpeat.

Keempat, Polda Jabar juga tidak menemukan manivest (daftar penumpang, red) atas nama Ratna Sarumpeat, baik kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Husein pada tanggal 21 Sptember.

Sementara itu penyidik Polda Metrojaya, berdasarkan dokumen tersebut menemukan data-data yang bertentangan dengan keterangan Ratna Sarumpeat dan berita yang beredar.

Pertama, penyelidikan penyidik Polda Metrojaya atas data call record dari nomor HP yang teregister atas nama Ratna Sarumpeat diketahui bahwa nomor tersebut selama 20-24 September aktif di daerah Jakarta, tidak pernah di Bandung.

Kedua, Polda Metro Metro Jaya menemukan fakta berupa catatan debit transaksi rekening bank atas nama Ratna Sarumpeat dan anaknya yang bernama Ibrahim Fahmi, bahwa telah terjadi 3 kali pembayaran kepada RS Khusus Bedah Bina Estetika di Jakarta pada tanggal 20, 21, dan 24 September.

Hasil penyelidikan terhadap RS Bina Estetika, ditemukan bahwa Ratna Sarumpeat memang dirawat dari tanggal 21 sampai 24 September. Informasi itu di laporan tersebut disebut berasal dari manager Medis RS Bina Estetika, dr Inggrid dan dari  Farhan, bagian operasional.

Keberadaan Ratna di RS tersebut juga diketahui lewat catatan register rawat inap dan CCTV saat ia pulang menaiki Taksi Bluebird pada 24 September.

Dalam laporan itu juga disertakan foto-foto yang memperlihatkan kamar waktu Ratna di rawat berdasarkan foto yang beredar.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto tidak membenarkan atau membantah adanya dokumen tersebut saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/10).

Setyo menyampaikan, Polisi akan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil penyelidikan terkait berita Ratna Sarumpeat mengalami penganiayaan.

(ARif R)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Pajak Turun Jadi 1%, Inilah 4 Lokasi Hunian Mewah yang Diincar Konglomerat di Jakarta

Pemberlakuan aturan baru tentang pajak hunian mewah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.03/2019, digadang-gadang dapat memberikan angin segar terhadap penjualan properti khususnya di segmen atas. Aturan baru tersebut merevisi harga ambang rumah mewah dari Rp 20 miliar menjadi 30 Miliar per unit. Kemudian juga menurunkan tarif untuk pajak barang mewah dari 5% menjadi 1%.

Hindari Terjadinya Rush Money, Pakar Keamanan Minta Bank Mandiri Segera Pulihkan Sistem

Pakar keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persadha menyarankan agar Bank Mandiri segera memulihkan sistem guna mencegah pengambilan dana besar-besaran dari bank (rush money).

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi