Ansor: Tidak Ada Toleransi Kepada Perongrong Aswaja dan NKRI

SIDOARJO – Pemuda Ansor sebagai pengemban amanat para ulama dan kyai memiliki tugas yang semakin berat kedepan, terutama untuk menahan derasnya paham radikalisme yang masuk ketengah masyarakat saat ini.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, dalam pesannya pada acara pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor Sidoarjo masa khidmat 2016-2020, di gedung KBIH Rohmatul Ummah Sidoarjo, Sabtu (25/3) malam.

“Tidak ada toleransi kepada siapapun yang merongrong ahlus sunnah wal jama’ah dan NKRI,” ungkap Syaikhul Islam Ali, yang hadir mewakili PP GP Ansor sekaligus membacakan pesan dari Ketua Umum GP Ansor.

Syaikhul, yang juga anggota fraksi PKB DPR RI, menjelaskan bahwa dalam silaturahim para ulama nusantara di ponpes KH Maimun Zubair beberapa waktu lalu, para ulama sepakat bahwa mempertahankan keutuhan NKRI adalah wajib hukumnya.

Banyak pihak, lanjut Syaikhul, mengira bahwa yang dipertahankan para ulama adalah pemerintahannya. “Padahal bukan,” katanya.

“Para ulama telah jeli dalam melihat manfaat dan mafsadahnya. Jika negara kalah oleh kelompok yang ingin menggulingkan pemerintahan, maka mafsadah perang saudara akan lebih berbahaya daripada peristiwa 1965 lalu, dimana ratusan ribu nyawa melayang akibat perang saudara di negeri ini,” jelas Syaikhul yang merupakan putra KH Agus Ali Mashuri atau Gus Ali, ulama kharismatik asal Tulangan, Sidoarjo.

Sementara itu Rizza Ali Faizin ketua PC GP Ansor Sidoarjo yang baru dilantik, menjelaskan bahwa Ansor memiliki tugas utama menjaga NKRI yang telah didirikan kyai dan ulama.

“Kami telah menyakini bahwa negara ini didirikan oleh para kyai dan ulama. Mengawal NKRI sama dengan mengawal apa yang sudah dibangun oleh para ulama,” kata Riza.

Pelantikan Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo dilaksanakan pada hari Sabtu malam tanggal 25 Maret 2017. Pelantikan yang diadakan di gedung KBIH Rohmatul Ummah Sidoarjo tersebut dihadiri H. Saiful Ilah Bupati Sidoarjo, H. Sulamul Hadi Nurmawan Ketua DPRD Sidoarjo, serta tidak kurang 2000 kader Ansor dan Banser Sidoarjo.

Dalam acara pelantikan dibacakan juga naskah baiat yang ditulis Habib Luthfi bin Yahya yang isinya meminta kepada Ansor dan Banser Sidoarjo agar senantiasa kuat dalam mengawal keutuhan NKRI.

EDITOR: Iwan S

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER