Peraih Nobel Ekonomi Dianugerahi Doktor Kehormatan di Unair

0
34
Rektor Unair Prof. Dr. M. Nasih, SE., MT., Ak., menganugerahi gelar doktor kehormatan kepada Prof Robert Fry Engle III. (Foto: Humas Unair)

SURABAYA – Ribuan civitas akademika Universitas Airlangga (Unair), praktisi, dan pemangku kebijakan berpartisipasi menghadiri kuliah umum penerima Nobel ekonomi tahun 2003, Prof  Robert Fry Engle III. Kuliah umum dilangsungkan di Airlangga Convention Center, Kampus C, Unair, Senin (20/2).

Sebelum kuliah umum, Rektor Unair Prof. Dr. M. Nasih, SE., MT., Ak., menganugerahi gelar doktor kehormatan kepada pengajar dan peneliti asal Stern School of Business, New York University. Engle merupakan penerima Nobel pertama yang dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Unair.

Ketika diwawancarai dalam kesempatan sebelumnya, Nasih mengungkapkan pemberian gelar doktor kehormatan kepada Engle adalah bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ekonomi.

“Kita menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Profosor Engle yang sudah berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya metode yang bisa menyelamatkan negara untuk menghindari krisis ekonomi,” tutur Nasih.

Metode yang dimaksud adalah mendeteksi volatilitas ekonomi dengan model ARCH (Autoregressive Conditional Heteroskedasticity) yang dikembangkan oleh Engle dan rekannya Profesor Clive W.J. Granger dari Universitas California San Diego (UCSD). Dengan menggunakan metode tersebut, peneliti dan praktisi bisa melakukan prediksi terhadap keadaan ekonomi, khususnya keuangan, dan berdasarkan runtun waktu.

Di hadapan civitas akademika yang hadir, Engle memberikan kuliah umum tentang The Prospects for Global Financial Stability. Engle menjelaskan, bahwa volatilitas memang terjadi di sejumlah negara di dunia.

Menurut Engle, risiko keuangan hendaknya tak dieliminasi. Sebab, pasar keuangan tak akan bekerja bila tak ada risiko. Namun, institusi keuangan perlu mewaspadai risiko sistemik.

“Kegagalan terjadi ketika institusi gagal memenuhi kewajibannya sehingga menyebabkan konsekuensi dalam sektor ekonomi riil,” tutur Engle.

Agar terhindar dari volatilitas, Engle memberikan rekomendasi kepada pemerintah di bidang keuangan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa institusi keuangan harus memiliki modal untuk menanggulangi krisis. Selain itu, negara juga harus memiliki capital cushion untuk menyelamatkan keuangan apabila krisis terjadi.

Harapannya, bila krisis keuangan yang sistemik bisa dihindari, maka jalan menuju perdamaian akan kian terbuka.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

UMK

Ini Besaran UMK 2018 Untuk Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2018 untuk 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Ketetapan ini sesuai Pergub...
Deddy Mizwar

Deddy Mizwar Bersafari Politik ke PPP

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar atau Demiz melanjutkan safari politiknya dengan mengunjungi Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat di...
Ujian Panwascam

190 Peserta Ikut Ujian Tertulis Panwascam Kota Langsa

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID - Menjelang pelaksanaan perhelatan politik pada pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2019 mendatang, Panitia Pengawas Pemilu...

KANAL WARGA TERBARU

follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...
IMG_20160730_110512

B29, Sebuah Negeri di Atas Awan

Kali ini saya akan menulis tentang acara mbolang saya dengan Miya hari Sabtu pekan lalu. Kami sepakat memutuskan pergi Jumat malam sekitar pukul 9...