Legislator: Penerapan Sistem Zonasi PPDB Seharusnya Bertahap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ferdiansyah, mengatakan penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hendaknya harus dilakukan bertahap dan tidak serentak seperti saat ini.

“Sistem zonasi harus dilakukan bertahap, sama halnya dengan kurikulum yang juga dilakukan secara bertahap,” katanya di Jakarta, Senin (17/6).

Ia memberi contoh penerapan sistem zonasi secara bertahap dengan cara daerah atau kabupaten/kota dengan klasifikasi A diterapkan 70 persen dan tahun berikutnya baru 100 persen sehingga tidak serta merta langsung 100 persen di seluruh daerah.

“Kalau dilakukan mendadak, masalahnya anggaran untuk melakukan revitalisasi terhadap sarana prasarana dan kompetensi guru juga terbatas. Itu yang perlu diperhatikan,” tambah.


Ia mengatakan, penerapan zonasi yang mendadak membuat kebingungan di masyarakat karena tidak semua sekolah memiliki perlengkapan komputer atau bisa melakukan pendaftaran melalui dalam jaringan atau daring.

BACA JUGA:  Anggaran Pendidikan di Surabaya Dihapus, DPRD Jatim: Tak Seharusnya Dihapus

Ia melanjutkan, penerapannya harus terhubung dengan daerah lainnya karena ada sejumlah siswa yang berada di perbatasan dan sekolah terdekat ada di kabupaten/kota lainnya. Untuk itu perlu adanya konsultasi antardaerah untuk membuat zonasi yang saling terhubung.

Selain itu juga kurang adanya sosialisasi terhadap sistem zonasi tersebut. Sehingga masyarakat banyak yang tidak tahu terhadap sistem tersebut.

“Kemudian untuk kuota zonasi jangan kaku pada angka 90 persen. Tapi dibuat rentangnya misalnya dari 60 persen hingga 80 persen,” tambahnya.

Ia juga mengusulkan agar ditambahkan satu pasal dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 51 tahun 2018.

BACA JUGA:  Indonesia Terpilih Jadi Dewan Eksekutif IOC Unesco

Pasal tersebut, menurut Ferdiansyah, menyesuaikan dengan kondisi daerah.

Permendikbud 51/2018 merupakan penyempurnaan dari Permendikbud 17/2017 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, SMK atau Bentuk Lain yang Sederajat, dan Permendikbud 14/2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, SMK atau Bentuk Lain yang Sederajat.

Penerimaan murid baru 2019 dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu zonasi dengan kuota minimal 90 persen, prestasi dengan kuota maksimal lima persen dan jalur perpindahan orangtua dengan kuota maksimal lima persen.

Dalam hal ini, kuota zonasi 90 persen sudah termasuk peserta didik yang tidak mampu dan penyandang disabilitas di sekolah yang menyelenggarakan layanan inklusif.

Sumber:Ant

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Pajak Turun Jadi 1%, Inilah 4 Lokasi Hunian Mewah yang Diincar Konglomerat di Jakarta

Pemberlakuan aturan baru tentang pajak hunian mewah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.03/2019, digadang-gadang dapat memberikan angin segar terhadap penjualan properti khususnya di segmen atas. Aturan baru tersebut merevisi harga ambang rumah mewah dari Rp 20 miliar menjadi 30 Miliar per unit. Kemudian juga menurunkan tarif untuk pajak barang mewah dari 5% menjadi 1%.

Hindari Terjadinya Rush Money, Pakar Keamanan Minta Bank Mandiri Segera Pulihkan Sistem

Pakar keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persadha menyarankan agar Bank Mandiri segera memulihkan sistem guna mencegah pengambilan dana besar-besaran dari bank (rush money).

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Diet IU, Diet Ekstrim Ala KPOP Sehari Turun Satu Kilo!

Diet ekstrim ala IU yang menawarkan turun berat badan cepat, mulai banyak digandrungi oleh kaum hawa saat ini. Apa saja ya yang dimakan IU selama menjalani diet ini?