Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Jakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser film. Penghargaan diberikan kepada mereka yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada mereka yang telah berkarya melalui bidang perfilman.

“Dengan diberikan penghargaan ini, diharapkan yang lain akan bekerja lebih keras untuk meraih capaian yang lebih besar dan membangkitkan gairah baru bagi pelaku-pelaku di dunia perfilman kita,” ujar Mendikbud di saat memberikan sambutan di hadapan para penerima penghargaan di kantor Kemendikbud, Jakarta (10/2/2017).

Menteri Muhadjir juga menyatakan bahwa Kemendikbud siap untuk berkolaborasi dengan para produser film untuk mengembangkan film yang mendidik bagi generasi muda. “Jika ada film dari tingkatan anak-anak hingga dewasa yang mendidik, bisa kita bekerja sama antara pelaku perfilman dan sekolah,” tuturnya sebagaimana dilansir Kemendikbud.go.id

Melalui cara ini, Mendikbud ingin menanamkan kepada generasi muda agar memiliki rasa untuk mengapresiasi karya, baik dalam bentuk film, musik, lukisan, dan karya seni lainnya. Karena menurutnya pendidikan yang diperlukan bukan hanya baca, tulis, dan hitung. Tetapi juga tentang etik, estetik, dan kinestetik.

Ketujuh produser yang menerima penghargaan adalah Hb Naveen, Mira Lesmana, Sunil Samtani, Manoj Punjabi, Frederica, Chand Parwez Servia, dan Sukdev Singh. Sedangkan judul karya yang berhasil mencapai lebih dari satu juta penonton di antaranya, Warkop DKI Reborn, Ada Apa Dengan Cinta 2, Hangout, Rudy Habibie, dan My Stupid Boss.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.