Forum Literasi Jatim Terbentuk, AMSI Siap Bersinergi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sejumlah Guru Besar, Doktor, Penggiat Literasi Nasional, tokoh Media, anggota Dewan Pendidikan dan Pengurus AMSI Jatim, menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas maksimalisasi gerakan literasi di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

Diantara hasil FGD yang digagas penggiat literasi Yusron Aminullah dan Ferry Koto tersebut, peserta sepakat membentuk Forum Literasi Jawa Timur, yang diharapakan dengan jaringan yang dimiliki bisa dikembangkan ke seluruh Indonesia.

“Saat di Makasar sedang diadakan Festival, kami di Surabaya juga diskusi terbatas dengan sejumlah tokoh untuk menemukan cara memaksimalisasikan gerakan literasi,” kata Yusron Aminulloh yang juga master trainer MEP, di Hotel Prime Biz, Gayung Kebunsari, Surabaya, Kamis (5/9).

Tampak hadir dalam FGD tersebut, Prof Dr Suparto Wijoyo Pakar Hukum Lingkungan dan penulis buku dari Universitas Airlangga (Unair), Dr Much Choiri tokoh literasi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan tokoh penggagas Gerakan Literasi Sekolah, Satria Darma.

Juga hadir, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur Arief Rachman, Rella Mart manager hotel Prime Biz yang juga penulis produktif, Syahrul dari PGRI, Rully Anwar Pimpinan Redaksi Josstoday.com, Ali Yusa dari Dewan Pendidikan Surabaya, dan pustakawan Dodot Priambodo.

Satria Darma sangat mengapresiasi pertemuan yang bertujuan mengakselerasi gerakan literasi di Indonesia tersebut. Ia berharap gerakan literasi tidak hanya berhenti di sekolah, tapi juga menyentuh berbagai profesi lain.

“Diakui atau tidak, gerakan literasi sudah berkembang secara luas. 10 tahun terakhir lahir ratusan bahkan ribuan Guru Menulis, siswa menulis. Maka kita akan gerak terus bagaimana misal, tentara dan polisi membaca dan menulis, pasti negara berkembang maju,” papar Satria Darma.

Pada bagian lain Arief Rahman, Ketua AMSI Jawa Timur menyampaikan keprihatinanannya atas lemahnya budaya baca masyarakat yang juga menimpa jurnalis saat ini.

“Bayangkan kalau wartawan tidak suka membaca, maka kualitas yang ditulis pasti rendah. Maka Forum Literasi Jawa Timur ini diperlukan untuk membuat gerakan membaca yang masif di Jawa Timur,” tutur Arief.

AMSI, kata Arief, menyambut baik lahirnya Forum Literasi Jatim dan akan turut mendukung bersama berbagai media yang jadi anggota AMSI dalam memaksimalisasikan gerakan literasi.

Prof Suparto Wijoyo yang aktif menulis di berbagai media mengapresiasi pertemuan tersebut, dan menyampaikan bahwa literasi juga merupakan perintah keimanan dalam Islam.

“Ayo semua membaca dan menggerakan semua orang membaca dan menulis. Karena itu perintah Allah,” ujarnya.

Pada bagian lain, Rella mengisahkan cara yang ia lakukan dalam mendorong orang membaca buku karyanya, yakni melalui lagu yang ia ciptakan sebagai pen-‘triger‘.

“Mungkin beberapa orang tidak tertarik awalnya membaca buku saya, untuk mensiasati itu saya menciptakan lagu yang liriknya terkait isi buku. Sehingga jika pendengar lagu penasaran, ia bisa membaca kisah lengkapnya lewat buku karya saya tersebut,” terangnya.

Rella mengusulkan agar lagu dan dongeng bisa dijadikan sarana untuk mengakselerasi literasi di masyarakat.

Yusron menyebut pertemuan pertama ini akan ditindaklanjuti sejumlah pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Embiro sudah lahir hari ini. Mari di kampus, sekolah, organisasi dan komunitas masing-masing kita tetap sebarkan virus literasi, tapi forum ini penting untuk menyatukan visi dan berbagi energi dan semangat,” tegas Yusron yang baru saja mendirikan kampung literasi di wisata edukasi DeDurian Park.

Sementara itu, Ferry Koto yang juga anggota Dewan Pendidikan Surabaya menyampaikan untuk menyatukan visi Forum Lietrasi tersebut, akan diadakan beragam kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan, dari pembuatan portal literasi, training, seminar, pemberian apresiasi pada karya-karya literasi, dan ragam aktivitas lain.

“Yang jelas, kegiatan ini tak berhenti hanya di diskusi. Kita akan bumikan di berbagai aktivitas lain yang menyentuh berbagai kalangan, mulai pelajar, Guru, Mahasiswa, dan berbagai profesi lain, bahkan nelayan dan petani, sehingga literasi masyarakat kita bisa meningkat jauh lebih baik lagi,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER