Rendahnya Minat Sekolah Di Kalangan Anak Jalanan Mendapat Perhatian Wali Kota Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyikapi rendahnya minat sekolah di kalangan anak-anak jalanan, meski pemerintah kota setempat telah membuat program pendidikan gratis mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Risma di Surabaya, Rabu (3/4), mengatakan program pendidikan gratis yang dimulai sejak 2011 itu diharapkan semua anak di Kota Surabaya bisa mengejar pendidikan yang layak. Namun, anak-anak yang tinggal di distrik lampu merah, menunjukkan minat yang sangat rendah ke sekolah.

“Untuk mengatasi masalah ini, kami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendaftarkan sekolah gratis yang terletak di tempat terdekat dengan rumah mereka,” ujar Risma.

Tidak hanya bebas biaya sekolah, lanjut Risma pemerintah kota juga mendukung anak-anak dengan seragam gratis, tas, sepatu, dan peralatan sekolah lainnya yang dibutuhkan.

Namun, ada permasalahan lain yang membuatnya harus mengambil langkah cepat yakni anak-anak jalanan lebih memilih untuk tidak bersekolah. Hal ini dikarenakan anak-anak jalanan itu terbiasa mendapatkan uang dengan menjadi pengemis atau bernyanyi di jalan.

Untuk itu, Risma kemudian membangun tempat perlindungan gratis untuk menampung anak-anak tersebut dengan memberikan mereka perawatan yang tepat, serta dukungan untuk pengembangan bakat.

Tempat perlindungan anak-anak tersebut adalah Pondok Sosial Kampung Anak Negeri yang berlokasi di Jalan Wonorejo Timur No. 130 Rungkut, Surabaya. Di Kampung Anak Negeri itu dilakukan pembinaan terhadap anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Ia menyebut Kampung Anak Negeri merupakan salah satu contoh keberhasilan dalam upaya penanganan terhadap anak-anak jalanan di Surabaya. Kampung Anak Negeri dianggap berhasil mencetak sejumlah anak jalanan meraih berbagai prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. Tentunya hal ini menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya di Surabaya.

“Saat ini, kami bangga melihat banyak prestasi yang dibuat oleh anak jalanan dalam kompetisi regional atau nasional,” kata ia.

Kesuksesan Kampung Anak Negeri ini juga menjadi salah satu materi yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjadi pembicara dalam St. Petersburg International Educational Forum ke-10 di Rusia pada 25 hingga 29 Maret 2019. Forum yang dihadiri lebih dari 20 ribu orang dari berbagai negara ini bertujuan membahas berbagi isu-isu pendidikan dari berbagai penjuru dunia.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ