Timnas Sepakbola Indonesia Gagal ke Final Setelah Ditundukkan Malaysia 0-1

KUALA LUMPUR – Tim nasional sepak bola Indonesia di SEA Games 2017 gagal melaju ke final setelah pada pertandingan semifinal di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Sabtu (26/8) malam, Evan Dimas dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan tuan rumah Malaysia 0-1.

Gol kemenangan Malaysia diciptakan Thanabalan pada menit ke-86, yang memanfaatkan umpan sepak pojok dengan sundulannya. Bola meluncur deras dan tidak bisa dijangkau kiper Indonesia Satria Tama.

Pertandingan yang juga disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional di Jakarta tersebut berjalan cukup seimbang, bahkan Indonesia sering kali menyulitkan pertahahan Malaysia sepanjang 90 menit pertandingan.

Tampil tanpa Hansamu Yama yang biasa menjadi pilar pertahanan tim nasional, tidak membuat barisan belakang Indonesia rapuh.

Berkali-kali lini depan Malaysia kesulitan memasuki kotak penalti tim Garuda Muda sehingga harus sering mencoba dengan tendangan jarak jauh, sementara kiper Satria Tama juga tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatannya.

Evan Dimas memainkan perannya sebagai kapten tim, dan mampu melancarkan aliran bola dari lini belakang ke barisan depan yang ditempati Ezra Walian dan Yabes Roni.

Malaysia yang mendapat dukungan penuh dari puluhan ribu suporternya, juga banyak mencoba serangan melalui ujung tombak Jafri yang sering mendapat umpan matang di sayap kanan dan kiri.

Setelah beberapa kali mendapat tendangan pojok, keberuntungan Malaysia akhirnya datang pada menit ke-86, ketika Tanabhalan berdiri di sisi kanan tanpa pengawalan untuk dapat menyambut bola dengan kepalanya.

Di menit-menit terakhir, upaya Indonesia untuk membuat gol balasan akihrnya kandas. Target untuk kembali meraih emas sepak bola SEA Games sejak 1991 tidak bisa dicapai tahun ini.

Malaysia maju ke final sepak bola untuk menghadapi Thailand, yang pada semifinal lainnya menyingkirkan Myanmar 1-0. (Ant/IwanS)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.