Jelang Persebaya VS Arema, Managemen Sediakan Tiga Titik Pembelian Tiket

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Mengantisipasi membludaknya penonton jelang pertandingan Gojek Liga 1, pekan ke-7, yang mempertemukan kubu yang memiliki sejarah rivalitas tinggi di Jatim, antara Persebaya Surabaya vs Arema FC Malang, pihak Managemen Persebaya menyediakan tiga lokasi untuk pembelian tiket.

Tiga lokasi pembelian tiket tersebut yakni Kenjeran Park (Kenpark), Korem dan Loket box GBT.

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, Managemen Persebaya yang hanya sediakan tiket di sejumlah agen tertentu dan hanya laku 35 ribu. Kali ini di pertandingan pekan ke 7, pada Ahad (6/5) mendatang, dipastikan tiket akan ludes terjual.

Berdasarkan patuan SERUJI tampak ribuan Bonek mengantri berjam-jam untuk membeli tiket Persebaya di Kenpark Surabaya, Kamis (3/5).

“Kita menyediakan tiga lokasi pembelian tiket, terkait pertandingan tersebut, kita tidak membuat kuota melainkan hanya menyesuaikan kapasitas stadion, yakni 55 ribu bangku penonton dipotong 5 ribu untuk Bonek Card,” ujar Divisi Pengawas Tiketing Persebaya Fando saat ditemui SERUJI di Kenpark, Surabaya, Kamis (3/5).

Loket pembelian tiket di ketiga lokasi tersebut, kata Fando, dijadwalkan buka mulai hari ini sampai terakhir Sabtu (5/5) dari pukul 09.30 sampai tidak ditentukan, karena sesuai tiket yang habis.

“Yang pasti tiketnya akan ludes karena jika kita melihat pertandingan ini sangat dinantikan Bonek yakni Persebaya melawan Arema FC, harga tiket 50 ribu dan VIP 250 ribu kapasitasnya 2500 penonton,” terangnya.

Persebaya vs Arema
Ribuan Bonek saat mengantri membeli tiket Persebaya vs Arema FC di Kenpark, Surabaya, Kamis (3/5/2018). (foto:Devan/SERUJI)

Sementara perbandingan pertandingan sebelumnya, Fando mengatakan tiket ludes atau tidak tergantung lawan dari Persebaya, jika saat melawan Sriwijaya FC, tiket GBT hanya ludes 35 ribu penonton, pembeliannya di sejumlah agen tertentu.

“Untuk mengantisipasi Bonek tidak mendapatkan tiket masuk, managemen dan Panpel telah menyediakan layar screen di luar stadion,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Indonesia Darurat Keadilan