Peluang Final Tim-Tim Kelas Dua di Piala Dunia

RUSIA, SERUJI.CO.ID – Babak final Piala Dunia antara tim Denmark dan Meksiko? atau Belgia versus Kroasia? Beberapa bulan yang lalu, skenario semacam itu akan dianggap hanya mimpi saja, tetapi setelah dua minggu turnamen berjalan dengan penuh kejutan, prospek negara-negara berperingkat lebih rendah yang bersaing dalam pembukaan pertandingan sepak bola terbesar di Moskow pada 15 Juli telah menyajikan rasa percaya yang lebih besar.

Setelah adanya kejutan pada Rabu dengan tersisihnya tim empat kali juara dunia Jerman, pertandingan putaran sistem gugur sekarang ini bisa menghadirkan lebih banyak lagi kejutan daripada sebelumnya.

Ditambah lagi dengan absennya Italia, yang juga telah memenangkan empat trofi dan tiga kali finalis Belanda, yang keduanya gagal lolos, babak 16 besar menghadirkan satu perasaan yang tidak biasanya.

Ketiadaan Italia, Jerman dan Belanda, yang telah memainkan total 17 putaran final Piala Dunia di antara mereka, telah meninggalkan kondisi kekosongan yang langka.


Namun separuh dari tim-tim yang akan berlaga di putaran 16 besar adalah negara-negara yang belum pernah sekali pun menjadi juara dunia sepak bola. Negara-negara itu seperti Swiss, Rusia, Swedia, Kroasia, Denmark dan Kolombia yang saat ini memiliki tiket untuk tetap penuh harapan.

Salah satunya kemungkinan yang akan mencapai semua jalan ke putaran empat besar atau lebih dengan Spanyol, juara Piala Dunia tahun 2010, dan Inggris, pemenang Piala Dunia tahun 1966, merupakan satu-satunya kekuatan yang berada tengah-tengah dari pertandingan tahap sistem gugur itu.

BACA JUGA:  FIFA Alokasikan 2,4 Juta Tiket Piala Dunia

Spanyol akan melawan tuan rumah Rusia di babak 16 besar mereka.

Swiss, yang pada tahun 1954 berhasil mencapai delapan besar untuk penampilan terbaik mereka, menghadapi Swedia, yang penampilan terbaiknya final kembali ke Piala Dunia 60 tahun lalu.

Kroasia, semi-finalis pada tahun 1998 dan tampil luar biasa sejauh ini di Rusia, akan menghadapi Denmark sementara Kolombia, yang menduduki Grup H mereka sendiri, bermain dengan Inggris.

Pada bagian atas dipenuhi dengan hampir semua kekuatan sepak bola tradisional yang tersisa, dengan juara dunia dua kali yang juga finalis Piala Dunia 2014 Argentina akan menghadapi Juara Dunia 1998 Prancis.

Brazil, pemenang lima kali, menghadapi Meksiko, dan juara dua kali Uruguay bertempur habis-habisan dengan Cristiano Ronaldo, juara Eropa Portugal.

Yang pasti untuk separuh grup itu adalah bahwa beberapa mantan juara dunia bakal absen pada babak empat besar.

Dengan penggemar sepak bola yang mengeluh selama bertahun-tahun tentang olahraga yang didominasi dua klub dan di tingkat internasional oleh hanya segelintir tim, Piala Dunia di Rusia kali ini sudah pasti mendapat hembusan udara segar pada babak sistem gugur.

Dengan tim-tim tingkat kedua Piala Dunia sekarang yang menunjukkan konsistensi jauh lebih besar dan kesenjangan kualitas dengan tim favorit yang semakin menyempit, ada kesempatan bagi turnamen untuk menggeser poros global sepak bola dunia tidak lagi seperti sebelumnya. (Ant/Su02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi