Terancam Kehilangan Pantinya, Anak-Anak ini butuh Uluran Tangan Donatur

0
581
Anak-anak Panti Asuhan Nyai Walidah, di depan rumah yang dijadikan panti. (foto:doc MPS PDM Surabaya)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Surabaya menjadi salah satu kota yang berhasil melakukan penutupan lokalisasi berkat kerjasama antara pemerintah, ulama, berbagai ormas, tokoh masyarakat dan warga Surabaya khususnya warga sekitar.

Lokalisasi Dupak Bangunsari dan Tambakasri Kermil adalah dua lokalisasi yang pertama kali berhasil ditutup oleh pemerintah. Dupak ditutup pada tahun 2012 dan Kermil pada tahun berikutnya, 2013. Kedua lokalisasi itu ada di wilayah Kelurahan Dupak dan Kelurahan Morokrembangan di Kecamatan Krembangan.

Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Feri Yudi mengungkapkan untuk menampung anak-anak yang terdampak penutupan lokalisasi, maka PDM Surabaya saat itu berinisitaif menyewa sebuah tempat untuk membuat panti asuhan, yang diberi nama Panti Asuhan Ahmad Dahlan.

Panti tersebut menjadi penggerak untuk pemberdayaan anak-anak di kedua eks lokalisasi yang telah ditutup tersebut.

Seiring berjalan waktu, kata Feri, dengan semakin banyaknya anak yang harus ditampung, maka panti kemudian dipisah antara putra dan putri. Yang putri diberi nama Panti Asuhan Nyai Walidah. Panti putri ini beralamat di rumah sewa di Jl. Dupak Bandarejo 1 no. 30A.

Rumah yang dijadikan Panti Asuhan Nyai Walidah, akan dijual pemiliknya. (foto:doc MPS PDM Surabaya)

“Rumah untuk panti putri itu disewa, dan sudah kami pakai selama 6 tahunan. Kini pemiliknya akan menjual rumah tersebut,” ungkap Feri lewat pesan tertulis kepada SERUJI, Senin (27/11).

Karena rumah tersebut akan dijual, lanjut Feri, maka PDM Surabaya berikhtiar membelinya demi masa depan anak-anak panti dan begitu pentingnya keberadaan panti dalam mensuksekan program pemerintah dalam pemberdayaan warga khususnya anak-anak di eks lokalisasi tersebut.

“Sebab kalau kami tidak membeli ada Yayasan lain yang akan membeli dengan visi dan misi yang berbeda. Deadline kami pada akhir Desember ini sudah harus membayar setidaknya 75% dari harga rumah tersebut,” jelasnya.

Saat ini PDM Surabaya menggalang donasi dari berbagai kalangan untuk turut mengulurkan tangan membantu pembelian rumah tersebut agar keberadaan panti tetap berjalan dan kelanjutan pendidikan dan pembinaan 40 orang anak-anak tidak terancam.

“Dibutuhkan dana setidaknya Rp1 miliar, yang akan digunakan untuk membeli lahan dan kebutuhan renovasi. Kami sangat membutuhkan uluran tangan donatur,” ungkap Feri.

Feri berharap ummat muslim yang diberi kelebihan rizki bersedia mengulurkan tangan untuk berdonasi menyelamatkan kelangsungan keberadaan panti asuhan tersebut.

“Sedikit saja yang kita infakkan di jalan Allah, Insya Allah akan banyak manfaatnya untuk kita di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memberikan keberkahan rezeki kepada para donatur semuanya,” pungkas Feri.

Bagi pembaca SERUJI yang ingin mengulurkan tangan, menyalurkan infaknya, silakan hubungi PDM Surabaya, seperti yang tertera di flyer dibawah.

(ARif R)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama