Saya menutup jawaban saya dengan ayat Al-Quran: “wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki dan seorang wanita. Lalu menjadian kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu di mata Tuhan adalah yang paling bertakwa”.
Maka tanggung jawab kita masing-masing adalah meyakinkan diri untuk membangun ketakwaan itu, baik pada tataran individu maupun pada tataran kehidupan kolektif kita. Pada tataran individu in tentu masing-masing agama punya jalannya, dan itu adalah pilihan masing-masing. Dalam bahasa Al-Qur’an disebutkan: bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Tapi pada tataran kolektif, seringkali kita memiliki komonalitas (common platform) yang kuat. Semua kita ingin keadilan, kedamaian, kemakmuran dan kebahagiaan.
Mari kita berfastabiqul khaerat (berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan).
New York, 1 September 2017
*) Penulis adalah Presiden Nusantara Foundation
