Muhammadiyah Surabaya Gelar Bedah Buku tentang Gerakan Pemikiran Islam

0
124
Muhammadiyah Surabaya
Pelantikan Lembaga Dakwah Khusus dan Badan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Ahad, 21/5/2017. (FOTO: SERUJI/Hezty Azalea)

SURABAYA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya untuk pertama kalinya mengadakan bedah buku hasil karya Ketua PDM Kota Surabaya Dr. H. Mahsun Jayadi, M.Ag, pada Ahad (21/5/2017) di gedung Dakwah Muhammadiyah, jalan Sutorejo no. 73-77 Surabaya.

Sebanyak dua buku yang dibedah dalam acara tersebut, berjudul “Muhammadiyah Sebagai Gerakan Tarjih dan Tajdid” dan “Fundamentalisme Muhammadiyah”.

Kedua karya tersebut adalah hasil dari disertasi yang dilakukan Mahsun Jayadi dengan latar belakang bermunculan pemikiran-pemikiran gerakan Islam di tengah masyarakat, seperti salafi, HTI, dan lain-lain yang mana hal tersebut mau tidak mau memiliki pengaruh juga terhadap gerakan Muhammadiyah sendiri sebagai sebuah organisasi yang mengusung amar ma’ruf nahi munkar.

Loading...

“Gesekan-gesekan di tengah masyarakat selalu ada, sehingga saya melakukan penelitian itu dalam rangka sejauh mana para elite Muhammadiyah memiliki pemikiran-pemikiran keagamaan dalam menghadapi perkembangan Islam kontemporer tersebut,” jelas Mahsun tentang bukunya yang berjudul “Muhammadiyah Sebagai Gerakan Tarjih dan Tajdid”.

Sedangkan tentang buku “Fundamentalisme Muhammadiyah”, Mahsun Jayadi melakukan mapping bagaimana para warga Muhammadiyah merespon pemikiran para elite tersebut.

“Tujuannya tidak lain adalah karena dakwah. Oh.. yang lain seperti ini, Muhammadiyah seperti ini. Meskipun penelitian ini masih dalam batas tertentu dan respondennya juga masih tertentu,” ujarnya.

“Mudah-mudahan penelitian yang saya buat akan dikembangkan ulang, selain itu harapan saya agar dakwah Muhammadiyah makin tepat sasaran,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, hadir sebagai pembicara bedah buku yaitu Dewan Pakar Pendidikan Prof. Dr. Zainudin Maliki, Msi, dan rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, MSc.ES, PhD.

Peluncuran kedua buku tersebut disambut sangat antusias oleh warga Muhammadiyah. Namun demikian tidak lepas dari kritikan-kritikan, seperti bahasa yang digunakan dalam penulisan buku cenderung berat dan sulit dicerna oleh masyarakat awam.

Akan tetapi kedua karya ini cukup mendapatkan apresiasi yang baik dari kedua pembicara.

“Kalau ingin menjadi lebih Muhammadiyah, buku ini bagus untuk dibaca,” ucap Joni Hermana. (Hezty Azalea)

 

EDITOR: Iwan Y

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU