Muhammadiyah Surabaya Gelar Bedah Buku tentang Gerakan Pemikiran Islam

0
113
Muhammadiyah Surabaya
Pelantikan Lembaga Dakwah Khusus dan Badan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Ahad, 21/5/2017. (FOTO: SERUJI/Hezty Azalea)

SURABAYA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya untuk pertama kalinya mengadakan bedah buku hasil karya Ketua PDM Kota Surabaya Dr. H. Mahsun Jayadi, M.Ag, pada Ahad (21/5/2017) di gedung Dakwah Muhammadiyah, jalan Sutorejo no. 73-77 Surabaya.

Sebanyak dua buku yang dibedah dalam acara tersebut, berjudul “Muhammadiyah Sebagai Gerakan Tarjih dan Tajdid” dan “Fundamentalisme Muhammadiyah”.

Kedua karya tersebut adalah hasil dari disertasi yang dilakukan Mahsun Jayadi dengan latar belakang bermunculan pemikiran-pemikiran gerakan Islam di tengah masyarakat, seperti salafi, HTI, dan lain-lain yang mana hal tersebut mau tidak mau memiliki pengaruh juga terhadap gerakan Muhammadiyah sendiri sebagai sebuah organisasi yang mengusung amar ma’ruf nahi munkar.

“Gesekan-gesekan di tengah masyarakat selalu ada, sehingga saya melakukan penelitian itu dalam rangka sejauh mana para elite Muhammadiyah memiliki pemikiran-pemikiran keagamaan dalam menghadapi perkembangan Islam kontemporer tersebut,” jelas Mahsun tentang bukunya yang berjudul “Muhammadiyah Sebagai Gerakan Tarjih dan Tajdid”.

Sedangkan tentang buku “Fundamentalisme Muhammadiyah”, Mahsun Jayadi melakukan mapping bagaimana para warga Muhammadiyah merespon pemikiran para elite tersebut.

“Tujuannya tidak lain adalah karena dakwah. Oh.. yang lain seperti ini, Muhammadiyah seperti ini. Meskipun penelitian ini masih dalam batas tertentu dan respondennya juga masih tertentu,” ujarnya.

“Mudah-mudahan penelitian yang saya buat akan dikembangkan ulang, selain itu harapan saya agar dakwah Muhammadiyah makin tepat sasaran,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, hadir sebagai pembicara bedah buku yaitu Dewan Pakar Pendidikan Prof. Dr. Zainudin Maliki, Msi, dan rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, MSc.ES, PhD.

Peluncuran kedua buku tersebut disambut sangat antusias oleh warga Muhammadiyah. Namun demikian tidak lepas dari kritikan-kritikan, seperti bahasa yang digunakan dalam penulisan buku cenderung berat dan sulit dicerna oleh masyarakat awam.

Akan tetapi kedua karya ini cukup mendapatkan apresiasi yang baik dari kedua pembicara.

“Kalau ingin menjadi lebih Muhammadiyah, buku ini bagus untuk dibaca,” ucap Joni Hermana. (Hezty Azalea)

 

EDITOR: Iwan Y

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...
becak-becak

Yogyakarta Kaji Tiga Desain Becak Alternatif

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kajian desain becak alternatif dengan menyiapkan tiga tipe becak yang terdiri dari dua becak ramah lingkungan dan satu...