Deklarasi Annas Kaltim: Syiah dan Komunis Paling Berbahaya

2
416
Serah terima surat keputusan oleh pimpinan pusat Annas kepada pimpinan wilayah Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda. (Foto: M Alvin Noor)

SAMARINDA – Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas) DPW Kalimantan Timur dan DPD Kota Samarinda menggelar deklarasi di Masjid Baitul Muttaqin, Islamic Center Samarinda, Ahad (26/2), sekitar pukul 08.00 WITA. Acara ini  diawali dengan orasi dan dilanjutkan tabligh akbar oleh Habib Ahmad bin Zein Al Kaff pada pukul 20.00 WITA (ba’da Isya).

Deklarasi dibuka dengan beberapa sambutan dari panitia acara dan orasi dari elemen ormas dan lembaga. Orasi dilakukan oleh Nugrasius, ketua Forum Peduli Borneo. Dia menjelaskan beberapa sejarah munculnya aliran Syiah.

Menurut Nugrasius, Syiah adalah ajaran agama Majusi yang berkembang di Persia 800 tahun sebelum hadirnya Rasulullah. Kemudian bangkit kembali setelah wafatnya Rasulullah SAW. Syiah selalu membuat keributan. Persia atau kita kenal sekarang Iran
adalah negara yang sekarang berada di belakang Syiah.

Kemudian orasi dilanjutkan Ustad Syafii dari perwakilan FPI dan sebagai Ketua Pitaka (Pemuda Islam Tanah Kalimantan). Dalam orasi berikutnya, Habib Ahmad bin Zein Al Kaff, ketua Dewan Syuro Annas menyatakan, dua paham yang patut diwaspadai adalah Syiah dan komunis. Keduanya  membahayakan agama, bangsa, dan negara.

“Ada tiga hal yang mendorong terbentuknya Annas, yaitu kesesatan ajarannya, berdakwah dengan cara berbohong, dan terjadi keresahan di masyarakat sehingga timbul gesekan akibat adanya beberapa penolakan dari masyarakat,” ujarnya. Banyak pendomplengan dalam penyebaran fahamnya. Bahkan, sampai ada pemfitnahan terhadap Habib Rizieq Syihab bahwa dia adalah pendukung Syiah. Habib Ahmad bin Zein Al Kaff mengklarifikasi bahwa hal itu tidak benar dan merupakan fitnah, Dia menegaskan FPI dan Habib Rizieq Syihab berpegang pada ahlus sunnah wal jamaah.

Orasi dilanjutkan oleh Ustad KH Athian Ali selaku ketua Annas pusat. Dalam orasinya dia menyinggung toleransi dalam Islam mutlak adanya, “Allah saja mempersilakan pilih jalan keimanan atau kesesatan. Tapi terhadap penistaan kesucian agama, jiwa raga pun akan ia korbankan,” ucapnya.

Tentang Syiah di Indonesia ditemukan beberapa fakta di lapangan. Khususnya yang terkait dengan Syiah Rafidah atau Syiah Imamiyyah di Indonesia dengan penyebaran dan dakwah Syiah dengan didirikan berbagai organisasi, lembaga-lembaga, penerbitan, dan perpustakaan. MUI tegas seperti dikatakan KH Hasan Basri bahwa Syiah aqidahnya sudah menyimpang dan tidak sesuai dengan syariat keislaman.

Untuk di Indonesia ditegaskan melalui MUI dari tahun 1984 bahwa Syiah adalah ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni, yang sesuai dengan ajaran Salafus Shaleh. Ulama-ulama tersebut adalah Syaikh Hasyim Al Asy’ari (Rais Akbar NU), Prof. Dr Hamka (tokoh Muhammadiyah dan ketum MUI periode 1975-1980), Dr. Muhammad Natsir (pendiri Dewan Dakwah Islamiyah/ DDI), dan KH Hasan Basri (ketua MUI periode 1985-1998).

Fatwa MUI tahun 1984 juga dengan tegas menyatakan perbedaan pokok yang bertolak belakang dengan ahlus sunnah wal jama’ah, yaitu antara lain Syiah menolak hadits yang tidak diriwayatkan Ahlul Bait, memandang imam sebagai orang suci. Sedangkan ahlus sunnah wal jama’ah melihat bahwa manusia tidak luput dari kekhilafan, mengakui ijma tanpa adanya imam, dan memandang imamah (pemerintahan) masuk kedalam rukun agama.

Kemudian sebelum acara ditutup dengan doa, dilakukan penandatanganan dan serah terima surat keputusan oleh pimpinan pusat Annas kepada pimpinan wilayah Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda.

EDITOR: Rizky

 

loading...

2 KOMENTAR

  1. Ane tantang Athian Ali untuk mubahalah. Jika syi’ah Ali itu kafir maka ane dalam tempo secepat mungkin akan mati dalam keadaan yang mengenaskan, sedang jika syi’ah Ali itu mu’min maka Athian Ali adalah kafir dan akan mati dalam tempo secepat mungkin, dalam keadaan yang mengenaskan. Aminkan wahai Athian Ali sang pengikut Muawiyah! Jika tidak berani mengaminkan maka terbukti ente pengikut iblis sejati

  2. Ane tantang Ahmad bin Zein Al Kaff untuk mubahalah. Jika syi’ah Ali itu kafir maka ane dalam tempo secepat mungkin akan mati dalam keadaan yang mengenaskan, sedang jika syi’ah Ali itu mu’min maka Ahmad bin Zein Al Kaff adalah kafir dan akan mati dalam tempo secepat mungkin, dalam keadaan yang mengenaskan. Aminkan wahai Ahmad bin Zein Al Kaff sang pengikut Muawiyah! Jika tidak berani mengaminkan maka terbukti ente pengikut iblis sejati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...