Jika Taksi Online dan Konvensional Masih Ribut, Menko Luhut: Totok Saja Kepalanya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan berharap program Menhub Budi Karya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh driver taksi online, sehingga tidak ada lagi penolakan dan pertentangan dengan driver taksi konvensional.

“Jika ada yang masih ribut antara driver online dan konvesional, totok saja kepalanya, sudah jelas ini ada programnya pak Budi agar tidak ada keributan di lapangan,” kata Luhut dengan gaya blak-blakan disela kunjungannya di UPTD Uji Kir, Surabaya, Kamis (8/3).

Sementara itu, kata Luhut kalau masih ada yang belum melengkapi persyaratan suruh pindah saja ke Negara lain yang tidak ada aturan.

“Pindah saja ke negara yang tidak ada aturan kalau masih belum melengkapi syarat angkutan,” ujarnya.

Luhut menambahkan program keselamatan angkutan darat ini berdasarkan keputusan Presiden, maka pengaturan ini dinilai sangat penting, karena itu manusia selalu harus dibatasi oleh aturan-aturan.

“Eh, dasarnya gen manusia itu ada gen maling. Makanya ada agama, ada hukum, ada undang-undang. Coba enggak ada itu, maling semua,” ucap Luhut.

Soal pembatasan kuota taksi online untuk masing-masing daerah, Luhut menegaskan, memang harus dibatasi. Itu sebagai upaya kontrol

“Kalau tidak dibatasi, bubar semua. Kalau di luar Kota jelas ditilang, enggak harus kita mencari equilibrium-nya (keseimbangan, red),” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.