Tertawalah, Jantung Anda-pun Akan Tersenyum

SERUJI.CO.ID – Berapa kali kita tertawa, senyum setiap hari? Pernah menghitungnya? Saya yakin kita tidak pernah melakukannya. Yang Saya yakini adalah semakin bertambah usia kita frekuensi kita tertawa itu akan semakin berkurang.

Waktu anak-anak dulu menurut penelitian kita akan tertawa antara 100 dan 400 setiap hari. Tetapi, setelah dewasa, dan stress mulai mengisi kehidupan kita, frekuensi kita tertawa akan jauh menurun, hanya antara 5 dan 15 kali dalam sehari. Pada saat kita sakit, ketika terbaring tidak berdaya, mungkin tidak akan pernah tertawa lagi

Tertawa, gelak, senyum tidak hanya sekedar ekspresi senang, bahagia yang terlihat pada mimik-raut muka kita, yang terdengar dari suara terkekeh, senang yang keluar dari mulut kita, tapi juga berpengaruh terhadap kesehatan kita secara keseluruhan.

Tertawa, senyum juga akan mempengaruhi hubungan kita dengan siapapun juga. Dengan tertawa, senyum hubungan kita akan semakin baik dan mencair.

Ketika kita tertawa, sepertihalnya anda olahraga, tidak hanya otot-otot muka kita yang aktif, jantung, paru, otot-otot dada, perut juga terpacu untuk kontraksi lebih cepat. Jantung akan berdetak sedikit lebih cepat, paru-paru juga demikian, kita akan bernafas lebih dalam dan kencang. Tekanan darah juga akan naik sedikit, tetapi kenaikan tekanan darah bersifat sementara, dan, kemudian akan turun dan jadi stabil.

Tidak salah, tertawa, ada penulis yang mengatakan adalah obat terbaik untuk segala penyakit, karena begitu banyak manfaatnya untuk kesehatan. Secara garis besar saja, tertawa dapat memperbaiki mood, meningkatkan perasaan senang, bahagia dan sejahtera seseorang, mengurangi perasaan tertekan, depresi, marah, stress, menurunkan tekanan darah, melatih jantung, memperkuat sistem kekebalan, mengurangi nyeri. Tertawa juga akan mempermudah anda tidur dan tidur lebih nyenyak dan dalam

Nah, untuk melihat pengaruh tertawa ini terhadap proteksi pembuluh darah arteri dari kerusakan akibat stress, kardiolog Michael Milller dan koleganya di University of Maryland School of Medicine melakukan penelitian dengan meminta kelompok voluntir untuk menonton tayangan komedi, dan mempelajari pengaruhnya.

Didapatkan bahwa tertawa menyebabkan pembuluh darah pelakunya menjadi rileks, dan aliran darahnya meningkat sebesar 25 persen, kira-kira sama dengan keadaan olahraga ringan. Sebaliknya, bila voluntir ini disuruh menonton tayangan drama yang menegangkan, aliran darahnya berkurang sepertiganya, efek ini sama dengan seseorang yang melakukan sesuatu yang sangat menekan, menegangkan.

Tertawa, disertai dengan sifat humoris seseorang, dapat memberikan efek proteksi terhadap serangan jantung, dan mencegah penyakit jantung.

Pengaruh positif tertawa terhadap jantung juga ditunjukkan dalam suatu penelitian pada mereka yang menjalani program rehabilitasi jantung setelah sebelumnya mengalami serangan jantung. Mereka dibagi jadi dua grup, grup pertama yang terdiri dari 24 pasien diminta untuk menonton video komedi 30 menit setiap hari selama 1 tahun, dan grup lain tidak melakukannya. Dari penelitian ini didapatkan hanya 2 pasien pada grup pertama yang setiap harinya menonton video komedi yang mengalami serangan jantung kembali, dan sebaliknya 10 pasien pasien yang tidak menonton video komedi kembali mengalami serangan jantung (Conquering Heart Attacks and Strokes, Reader’s Digest)

Jadi, sering-seringlah tertawa, tebarlah senyum anda. Menurut hadis Rasulullah, senyum yang menjadi sedekah itu ternyata juga akan membuat jantung anda lebih sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi