Ratusan Desa di Jatim Alami KLB Difteri

0
16
Imunisasi
Ilustrasi Imunisasi/Vaksinasi (Foto: Istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 35 dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat ada 187 lokasi (tingkat Desa/Kelurahan) tersebar di 35 Kabupaten/Kota di Jatim yang mengalami KLB Difteri.

“Kalau ditotal jumlah kasus Difteri sejak Januari sampai Desember 2017 sebanyak 318 kasus dan 12 anak meninggal,” kata Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, dikonfirmasi, Kamis (7/12).

Adapun 35 Kabupaten/Kota itu di antaranya adalah Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Sampang, Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Kota batu, Malang, Kota Surabaya, dan Madiun.

Selain itu juga Kota Nganjuk, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Blitar, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Tuban, Lumajang, Magetan, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Nganjuk.

“Dari 35 kab/kota itu, terbanyak adalah Kabupaten Pasuruan sebanyak 46 kasus Difteri. Sampang 31 kasus, Gresik 26 kasus, Nganjuk 19 kasus, Kota Surabaya 18 kasus,” ungkapnya.

Dinkes Jatim, kata Kohar, telah melakukan beberapa langkah untuk penanggulangan KLB Difteri. Diantaranya, intensifikasi sosialisasi kewaspadaan Difteri, pencarian aktif suspek maupun kasus tambahan, dan tatalaksana kasus Difteri sesuai standar dan harus dirawat inap di ruang khusus infeksius di puskemas atau rumah sakit.

Langkah lainnya, sambung Kohar, evaluasi cakupan imunisasi Difteri di lokasi penemuan kasus untuk mengetahui populasi rentan, serta pemberian pengobatan profilaksia kepada kontak erat penderita difteri.

“Ini dilakukan agar kasus Difteri tidak menyebar luas, mengingat penyakit itu mudah menular dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan segera,” katanya.

Pencegahan lainnya adalah, Dinkes menyiapkan dan mendistribusikan logistik, antara lain Anti Difteri Serum (ADS) dan antibiotik serta vaksin DPT Hib, DT, Td.

Kemudian, lanjut dia, memfasilitasi pemeriksaan spesimen untuk menetapkan diagnosa ke lab rujukan nasional BBLK Surabaya.

“Bila terjadi KLB, maka yang harus dilakukan adalah pemberian imunisasi Difteri (DPT HIb atau DT atau Td tergantung umur sasaran) tanpa memandang status imunisasi difteri sebelumnya,” katanya. (Amal/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Airlangga Hartarto

Pleno Tunjuk Airlangga Hartarto Sebagai Ketua Umum Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar, Rabu (13/12) malam, memutuskan menunjuk Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar definitif menggantikan Setya Novanto yang kini tengah...
setnov, FPG

Perbuatan Setya Novanto Untungkan Orang dan Korporasi, Inilah Daftarnya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut perbuatan Setya Novanto menguntungkan orang lain dan korporasi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik (KTP-el). "Selain...
Jokowi

Indonesia Sampaikan Enam Usulan OKI Terkait Yerusalem

ISTANBUL, SERUJI.CO.ID - Indonesia mengusulkan enam poin usulan penting sikap negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam terkait pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. "Pertama,...

KANAL WARGA TERBARU

images(14)

Jangan Terlalu Berharap Dengan Hukum

Tulisan ini acap kali menjadi perbincangan hangat banyak pihak, khususnya masyarakat menengah kebawah. Meski tak semuanya benar, namun sesuai fakta yang dialami banyak pihak...

Calon Haji Pasca Stroke Ini Tetap Ingin Berangkat Haji

WONOGIRI - Bisa menunaikan rukun iman yang kelima merupakan dambaan setiap muslim di seluruh dunia tak terkecuali muslim indonesia. Bahkan mereka yang secara fisik lemahpun...
4e3443b2632b8e8a4ea012759bd78a3e4f282447

Belajar Jadi Makmum Kalau Ingin Beriman

Shalat berjamaah adalah contoh bagaimana sebuah ukhuwah dibangun. Oleh karenanya, ibadah mulia itu berlipat kali nilainya di sisi Allah. Ukhuwah itu sendiri ciri keimanan, bagaikan...