Peneliti: Rokok Elektrik Ubah Pola Konsumsi Perokok

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Erman Aminullah mengatakan rokok elektrik sebagai produk teknologi baru memiliki potensi yang dapat mengubah pola dan kecenderungan konsumsi rokok.

“Rokok elektrik sebagai produk teknologi baru memiliki potensi yang dapat mengubah pola dan kecenderungan konsumsi rokok, yakni dari rokok konvensional ke rokok elektrik. Perubahan tersebut terjadi karena rokok elektrik menawarkan nilai lebih (lebih rendah risiko) dibandingkan rokok konvensional yang terdokumentasikan dalam berbagai referensi hasil penelitian, seminar, dan konferensi tentang produk tembakau alternatif, termasuk juga testimoni perokok elektrik,” ujar Erman di Jakarta, Kamis (10/5).

Erman yang juga Dewan Penasihat Himpunan Peneliti Indonesia menambahkan rokok elektrik sangat efektif untuk mengurangi konsumsi rokok konvensional di masyarakat.

Produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik dinilai memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok konvensional karena tidak mengalami proses pembakaran dan mengeliminasi TAR, senyawa kimia yang mengandung zat-zat karsinogenik.

“Senyawa ini lah yang jika dalam jangka panjang dihirup oleh manusia akan mengendap dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit paru-paru, jantung, dan kanker,” kata dia menambahkan.

Dia menambahkan agar inovasi teknologi dari produk tembakau alternatif dapat diterima dan dirumuskan dalam peraturan, maka diperlukan proses advokasi mengenai produk yang lebih rendah risiko ini.

Selain itu, kata dia, perlu menyiapkan langkah-langkah ke depan dalam menyosialisasikan produk tembakau alternatif.

“Bagaimanapun, ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga diperlukan itikad baik dari semua pihak untuk duduk bersama dan berdiskusi agar kita mampu melihat potensi baik dari sebuah inovasi teknologi melalui produk tembakau alternatif ini,” cetus dia.

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Dr Amaliya menjelaskan hasil penelitian independen terhadap pengguna rokok diketahui pada perokok aktif ditemukan ketidakstabilan sel pada dinding mulut.

“Hasilnya didapati bahwa pada perokok aktif ditemukan inti sel yang melapisi pipi bagian dalam dibandingkan pengguna rokok elektrik dan mereka yang bukan perokok, atau dengan kata lain sel-sel tersebut memiliki kecenderungan mengalami ketidakstabilan yang dapat mengakibatkan dysplasia (kondisi perubahan abnormal) pada dinding mulut,” kata Amaliya.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi perokok di Indonesia memiliki tren yang cenderung meningkat dari 27 persen pada 1995 menjadi 36,3 persen pada 2013. Laporan Badan Kesehatan Dunia, WHO Report on the Global Tobacco Epidemic 2017 menyebutkan prevalensi perokok di Indonesia pada pria sebesar 64,9 persen, sedangkan wanita sebesar 2,1 persen. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER