Pasien HIV/AIDS Rentan Terkena TB

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penyakit tuberculosis masih mendominasi sebagai penyakit penyerta terbanyak yang diderita pasien HIV/AIDS seperti yang terjadi di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta yang mencapai hingga 60 persen.

“Penderita HIV/AIDS memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga mereka mudah terjangkit berbagai penyakit termasuk tuberculosis,” kata Kepala Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta Tri Kusumo Bawono di Yogyakarta, Rabu (23/5).

Di Puskesmas Gedongtengen tercatat sebanyak 321 pasien HIV/AIDS, namun hanya 276 pasien yang aktif berobat. Pada 2017, dari 16 pasien yang mengidap tuberculosis, sebanyak empat di antaranya juga menderita HIV/AIDS. Dan hingga awal tahun ini, dari empat pasien penderita TB, satu di antaranya menderita HIV/AIDS.

Meskipun menderita TB dan HIV/AIDS, Tri menyebut jika pasien tersebut mengonsumsi obat secara teratur, maka penyakit TB yang dideritanya bisa disembuhkan, termasuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan rutin mengonsumsi ARV.

“Pengobatan untuk TB juga dilakukan selama enam bulan seperti pasien TB yang tidak terjangkit HIV/AIDS,” katanya.

Hanya saja, lanjut Tri, stigma terhadap penderita HIV/AIDS masih cukup tinggi sehingga saat ada pasien TB yang juga menderita HIV/AIDS, tidak langsung ditangani dengan baik.

“Padahal, jika TB ini dibiarkan justru akan lebih mudah menular ke orang lain. Penderita penyakit TB harus ditemukan dan segera diobati,” katanya.

Selain TB, penyakit peserta yang kerap diderita pasien HIV/AIDS di antaranya, sariawan, diare dan gatal di kulit, khususnya bagian tangan.

Puskesmas Gedongtengen sudah mulai melakukan pengobatan terhadap penderita HIV/AIDS sejak Februari 2016 namun masih harus didasarkan atas rujukan dokter. Sedangkan pada Juni 2017, Puskesmas Gedongtengen dan tiga puskesmas lain di Yogyakarta yaitu Mantrijeron, Umbulharjo I dan Tegalrejo sudah bisa melakukan inisiasi pengobatan secara mandiri.

“Kami sudah bisa memberikan obat secara langsung karena sudah ada dokter yang dilatih. Tetapi, baru ada satu dokter yang bisa melayani,” katanya.

Saat ini, Kota Yogyakarta menjadi satu-satunya pemerintah di kota/kabupaten di DIY yang memiliki rencana aksi daerah tentang penanggulangan TB yang ditetapkan melalui Perwal Nomor 102 Tahun 2017.

Pada 2016, temuan kasus TB di rumah sakit maupun laporan masyarakat di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 1.006 kasus dan 400 kasus di antaranya berasal dari warga Kota Yogyakarta.

Meskipun pada 2017 jumlah temuan kasus turun menjadi 934 kasus, namun jumlah warga Kota Yogyakarta yang ditemukan sebagai penderita TB justru meningkat hingga 550 orang. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER