Koyo Madu untuk Luka Kanker

0
182

KHARAGPUR – Manfaat madu sudah tertulis di Quran. Ibnu Sina (890-1037) juga banyak mengulas manfaat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran. Sekarang, sekelompok ilmuwan India bahkan sudah mengaplikasikan madu sebagai formula untuk mengobati luka hasil operasi kanker mulut. Hasil penelitian ini segera dikomersialkan.

Koyo madu ditempelkan di bekas luka operasi kanker.

Kelompok riset antar-disiplin, yang terdiri dari insinyur kimia, pakar bio-teknologi dan dokter dari Institut Teknologi India di Kharagpur, mengembangkan koyo terapi yang terbuat dari sutra dan madu. Eksperimen di laboratorium menunjukkan koyo tempel itu tidak hanya menyembuhkan luka kanker lebih cepat, tetapi juga meminimalkan kemungkinan kambuhnya kanker baru setelah intervensi bedah kanker di mulut.

“Madu terkenal karena potensi penyembuhannya yang luar biasa atas luka, dan punya sifat anti-kanker dan anti-bakteri. Teknologi yang terlibat dalam proses ini berupa modulasi lingkungan sel dengan cara menggunakan perban koyo yang dirancang secara biometris berbahan madu dan serat sutra,” kata Monika Rajput, peneliti Institut Teknologi India, dikutip Kashmir Monitor.

Konsep teknologi nano lunak untuk koyo dirancang oleh profesor Rabibrata Mukherjee, sedangkan ide menggunakan madu berasal dari Jyotirmoy Chaterjee.

“Banyak pasien harus operasi bedah saat kena kanker mulut. Setelah bagian tubuh yang kena kanker diangkat, itu meninggalkan luka. Di bagian luka itu mungkin masih memiliki beberapa sel kanker atau tersisa sel pra-kanker. Maka, kemungkinan masih besar untuk kena kanker lagi,” kata Nandini Bhandaru, salah satu peneliti. “Teknologi kami membantu pasien mengontrol luka-luka bekas operasi kanker ini.”

Saat ini, belum ada terapi koyo terutama untuk kanker mulut yang dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meminimalkan kemungkinan kambuh. Maka, tim ini segera mengajukan paten dan riset mereka telah dipublikasikan dalam jurnal internasional American Chemical Society.

Namun, sebelum mengkomersialisasikan teknologi ini, para ilmuwan masih harus melakukan percobaan pada hewan dan kemudian pada pasien manusia. “Di laboratorium, alat ini sudah bisa mengaktifkan pertumbuhan sel-sel sehat. Sementara, struktur mikropillar yang berpola dalam koyo ini menghambat pertumbuhan sel kanker,” kata para peneliti. (*)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Putin Apresiasi Penampilan Timnas Rusia di Piala Dunia

MOSKOW, SERUJI.CO.ID -  Tim tuan rumah memastikan melaju ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya sejak keruntuhan Uni Soviet, Piala Dunia Rusia akan lebih baik...
Neymar

Pulih dari Cedera, Neymar Kembali Latihan

SOCHI, SERUJI.CO.ID - Pemain depan Brazil Neymar kembali berlatih normal pada Rabu (20/6) waktu setempat, sehari setelah istirahat di sesi latihan Selasa (19/6) karena merasa...

Ini Tanggapan Pelatih Peru Terkait Teknologi VAR di Piala Dunia

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  Pelatih Peru Ricardo Gareca mengatakan pada Rabu (20/6) bahwa kesalahan manusia merupakan salah satu daya tarik pertandingan sepak bola dan bahwa sistem...

Kalahkan Iran, Spanyol Berpeluang Lolos Babak 16 Besar

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  Tim nasional Spanyol sukses menaklukkan Iran dengan skor 1-0 di laga lanjutan Grup B Piala Dunia 2018 di Stadion Kazan Arena, Rusia,...

Ini Alasan FIFA Denda Federasi Sepak Bola Meksiko dan Serbia

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Komite Disiplin FIFA telah menyetujui Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) dengan denda CHF 10.000 untuk kesalahan sekelompok penggemar Meksiko dalam kaitannya dengan...