Koyo Madu untuk Luka Kanker

0
62

KHARAGPUR – Manfaat madu sudah tertulis di Quran. Ibnu Sina (890-1037) juga banyak mengulas manfaat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran. Sekarang, sekelompok ilmuwan India bahkan sudah mengaplikasikan madu sebagai formula untuk mengobati luka hasil operasi kanker mulut. Hasil penelitian ini segera dikomersialkan.

Koyo madu ditempelkan di bekas luka operasi kanker.

Kelompok riset antar-disiplin, yang terdiri dari insinyur kimia, pakar bio-teknologi dan dokter dari Institut Teknologi India di Kharagpur, mengembangkan koyo terapi yang terbuat dari sutra dan madu. Eksperimen di laboratorium menunjukkan koyo tempel itu tidak hanya menyembuhkan luka kanker lebih cepat, tetapi juga meminimalkan kemungkinan kambuhnya kanker baru setelah intervensi bedah kanker di mulut.

“Madu terkenal karena potensi penyembuhannya yang luar biasa atas luka, dan punya sifat anti-kanker dan anti-bakteri. Teknologi yang terlibat dalam proses ini berupa modulasi lingkungan sel dengan cara menggunakan perban koyo yang dirancang secara biometris berbahan madu dan serat sutra,” kata Monika Rajput, peneliti Institut Teknologi India, dikutip Kashmir Monitor.

Konsep teknologi nano lunak untuk koyo dirancang oleh profesor Rabibrata Mukherjee, sedangkan ide menggunakan madu berasal dari Jyotirmoy Chaterjee.

“Banyak pasien harus operasi bedah saat kena kanker mulut. Setelah bagian tubuh yang kena kanker diangkat, itu meninggalkan luka. Di bagian luka itu mungkin masih memiliki beberapa sel kanker atau tersisa sel pra-kanker. Maka, kemungkinan masih besar untuk kena kanker lagi,” kata Nandini Bhandaru, salah satu peneliti. “Teknologi kami membantu pasien mengontrol luka-luka bekas operasi kanker ini.”

Saat ini, belum ada terapi koyo terutama untuk kanker mulut yang dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meminimalkan kemungkinan kambuh. Maka, tim ini segera mengajukan paten dan riset mereka telah dipublikasikan dalam jurnal internasional American Chemical Society.

Namun, sebelum mengkomersialisasikan teknologi ini, para ilmuwan masih harus melakukan percobaan pada hewan dan kemudian pada pasien manusia. “Di laboratorium, alat ini sudah bisa mengaktifkan pertumbuhan sel-sel sehat. Sementara, struktur mikropillar yang berpola dalam koyo ini menghambat pertumbuhan sel kanker,” kata para peneliti. (*)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...