Koyo Madu untuk Luka Kanker

0
91

KHARAGPUR – Manfaat madu sudah tertulis di Quran. Ibnu Sina (890-1037) juga banyak mengulas manfaat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran. Sekarang, sekelompok ilmuwan India bahkan sudah mengaplikasikan madu sebagai formula untuk mengobati luka hasil operasi kanker mulut. Hasil penelitian ini segera dikomersialkan.

Koyo madu ditempelkan di bekas luka operasi kanker.

Kelompok riset antar-disiplin, yang terdiri dari insinyur kimia, pakar bio-teknologi dan dokter dari Institut Teknologi India di Kharagpur, mengembangkan koyo terapi yang terbuat dari sutra dan madu. Eksperimen di laboratorium menunjukkan koyo tempel itu tidak hanya menyembuhkan luka kanker lebih cepat, tetapi juga meminimalkan kemungkinan kambuhnya kanker baru setelah intervensi bedah kanker di mulut.

“Madu terkenal karena potensi penyembuhannya yang luar biasa atas luka, dan punya sifat anti-kanker dan anti-bakteri. Teknologi yang terlibat dalam proses ini berupa modulasi lingkungan sel dengan cara menggunakan perban koyo yang dirancang secara biometris berbahan madu dan serat sutra,” kata Monika Rajput, peneliti Institut Teknologi India, dikutip Kashmir Monitor.

Konsep teknologi nano lunak untuk koyo dirancang oleh profesor Rabibrata Mukherjee, sedangkan ide menggunakan madu berasal dari Jyotirmoy Chaterjee.

“Banyak pasien harus operasi bedah saat kena kanker mulut. Setelah bagian tubuh yang kena kanker diangkat, itu meninggalkan luka. Di bagian luka itu mungkin masih memiliki beberapa sel kanker atau tersisa sel pra-kanker. Maka, kemungkinan masih besar untuk kena kanker lagi,” kata Nandini Bhandaru, salah satu peneliti. “Teknologi kami membantu pasien mengontrol luka-luka bekas operasi kanker ini.”

Saat ini, belum ada terapi koyo terutama untuk kanker mulut yang dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meminimalkan kemungkinan kambuh. Maka, tim ini segera mengajukan paten dan riset mereka telah dipublikasikan dalam jurnal internasional American Chemical Society.

Namun, sebelum mengkomersialisasikan teknologi ini, para ilmuwan masih harus melakukan percobaan pada hewan dan kemudian pada pasien manusia. “Di laboratorium, alat ini sudah bisa mengaktifkan pertumbuhan sel-sel sehat. Sementara, struktur mikropillar yang berpola dalam koyo ini menghambat pertumbuhan sel kanker,” kata para peneliti. (*)

Komentar

BACA JUGA

Terkait Penghadangan Terhadap Anies, Fahira: Tidak Etis dan Kecewakan Warga Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi...
Frans Barung Mangera

Belum Simpulkan Gila, Polda Jatim Masih Dalami Pelaku Penyerang Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim sampai saat ini belum bisa memastikan secara psikis apakah pelaku penyerang KH Abdul Hakim Mubarok mengalami gangguan jiwa atau...
Afifun Nidlom

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi penyerangan yang dialami pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran,...
Frans Barung Mangera

Berbeda Dengan Legislator, Polisi Tegaskan Penyerang Ulama Belum Dipastikan Gila

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim menegaskan bahwa pelaku penyerangan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad...

Hormati Hari Libur Nasional dan Keagamaan, Jatah Waktu Kampanye Dipotong

SURABAYA, SERUJI, CO.ID - KPU Jatim mengurangi total pelaksanaan masa kampanye Pilgub Jatim 2018 menjadi selama 119 hari, dari total keseluruhan hitungan sejak tanggal...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...

Dilema Piala Presiden, Antara Kekuasaan dan Etika

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tertahan di panggung penonton dan tidak ikut serta turun ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo, setelah dihentikan oleh Paspampres...
IMG_20180219_192213

Habib Lutfi : Umat Islam Harus Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kotawaringin Barat - Ribuan warga Pangkalan Bun, Sabtu (17/2) malam, membanjiri Lapangan Sampuraga. Kehadiran mereka guna mengikuti acara Kobar Bershalawat yang diadakan oleh Pemerintah...