Koyo Madu untuk Luka Kanker

0
55

KHARAGPUR – Manfaat madu sudah tertulis di Quran. Ibnu Sina (890-1037) juga banyak mengulas manfaat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran. Sekarang, sekelompok ilmuwan India bahkan sudah mengaplikasikan madu sebagai formula untuk mengobati luka hasil operasi kanker mulut. Hasil penelitian ini segera dikomersialkan.

Koyo madu ditempelkan di bekas luka operasi kanker.

Kelompok riset antar-disiplin, yang terdiri dari insinyur kimia, pakar bio-teknologi dan dokter dari Institut Teknologi India di Kharagpur, mengembangkan koyo terapi yang terbuat dari sutra dan madu. Eksperimen di laboratorium menunjukkan koyo tempel itu tidak hanya menyembuhkan luka kanker lebih cepat, tetapi juga meminimalkan kemungkinan kambuhnya kanker baru setelah intervensi bedah kanker di mulut.

“Madu terkenal karena potensi penyembuhannya yang luar biasa atas luka, dan punya sifat anti-kanker dan anti-bakteri. Teknologi yang terlibat dalam proses ini berupa modulasi lingkungan sel dengan cara menggunakan perban koyo yang dirancang secara biometris berbahan madu dan serat sutra,” kata Monika Rajput, peneliti Institut Teknologi India, dikutip Kashmir Monitor.

Konsep teknologi nano lunak untuk koyo dirancang oleh profesor Rabibrata Mukherjee, sedangkan ide menggunakan madu berasal dari Jyotirmoy Chaterjee.

“Banyak pasien harus operasi bedah saat kena kanker mulut. Setelah bagian tubuh yang kena kanker diangkat, itu meninggalkan luka. Di bagian luka itu mungkin masih memiliki beberapa sel kanker atau tersisa sel pra-kanker. Maka, kemungkinan masih besar untuk kena kanker lagi,” kata Nandini Bhandaru, salah satu peneliti. “Teknologi kami membantu pasien mengontrol luka-luka bekas operasi kanker ini.”

Saat ini, belum ada terapi koyo terutama untuk kanker mulut yang dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meminimalkan kemungkinan kambuh. Maka, tim ini segera mengajukan paten dan riset mereka telah dipublikasikan dalam jurnal internasional American Chemical Society.

Namun, sebelum mengkomersialisasikan teknologi ini, para ilmuwan masih harus melakukan percobaan pada hewan dan kemudian pada pasien manusia. “Di laboratorium, alat ini sudah bisa mengaktifkan pertumbuhan sel-sel sehat. Sementara, struktur mikropillar yang berpola dalam koyo ini menghambat pertumbuhan sel kanker,” kata para peneliti. (*)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Meski Tertunda Karena Hujan, Akhirnya Tenda Bantuan Untuk Rohingya Dapat Didirikan

BANGLADESH – Akhirnya tenda bantuan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya sudah berdiri. meskipun sebelumnya sempat tertunda akibat hujan deras pada hari Kamis (21/9), di...

Oktober, Jadi Tidaknya Demokrat Usung Khofifah Ditentukan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peluang Mensos Khofifah Indar Parawansa untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat pada Pilgub Jatim 2018 mendatang terbuka lebar. Pasalnya, menurut rencana...

Pengamat: Emil-Daniel Perpaduan Yang Saling Melengkapi

JAKARTA- Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan bila Partai Golkar memutuskan mendukung pasangan Ridwan Kamil (Emil)-Daniel Mutaqien pada...

Uber Terancam Dilarang Beroperasi di London

LONDON - Perusahaan operator transportasi online Uber terancam tidak dapat beroperasi di London setelah perpanjangan lisensi operasinya ditolak oleh otoritas transportasi London, Transport for...

Rotasi Pejabat, Soekarwo Promosikan Adik La Nyalla Mattalitti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo merotasi sejumlah nama menduduki jabatan baru di Pemprov Jatim. Tak terkecuali adik kandung La Nyalla Mattalitti, yakni...

Polisi Mimika Sita Ribuan Sachet Obat Batuk

TIMIKA - Kepolisian Sektor Mimika Baru, Polres Mimika, Papua, menyita 40 karton berisi 59.610 sachet obat batuk jenis komix yang dijual bebas tanpa izin...