Inilah Tips “Centenarian” untuk Tetap Sehat dan Bugar di Usia Tua

SERUJI.CO.ID – Hari masih gelap saat saya bangun pagi, jarum jam masih menunjukkan pukul 4.30 waktu Bali. Waktu Saya melongok ke luar dari balkon sebuah hotel tempat saya menginap, belum ada nampak aktivitas di kolam renang yang tidak jauh dari lobi.

Kemudian, selesai menunaikan shalat subuh dan hari mulai agak terang, saya dan istri turun ke bawah. Kami berjalan kaki menuju Pantai Kuta yang tidak jauh dari hotel.

Sampai di pantai yang cukup terkenal itu, saya lihat pengunjungnya masih sepi, terlihat hanya beberapa wisatawan asing dengan pakaian ala primitif yang sedang berlalu lalang di sana. Ada yang berjalan santai, jogging, berlari, dan bahkan ada juga yang hanya duduk-duduk menatap ke laut, barangkali sedang menikmati indahnya suasana laut pagi itu.

Tidak lama kemudian, waktu saya juga jogging menyusuri pantai yang cantik itu –sayangnya masih banyak tampak sampah-sampai berserakan di sepanjangnya, dari arah berlawanan, saya lihat seorang lelaki tua, seorang kakek, sedang berlari cukup cepat. Tampak dia sangat menikmati aktifitasnya itu.


Lalu, cukup lama setelah itu, pada saat saya kembali menuju hotel, kakek yang sama, saya lihat sedang senam sendiri menghadap ke arah laut. Gerakannya kelihatan sangat lincah. teratur, dan fleksibel. Tertarik dengannya, setelah dia selesai senam, saya kemudian menghampiri dan menyapanya.

Ternyata, wisatawan asing yang berperawakan kecil itu berasal dari Jepang, dan saya kaget ketika dia beritahu, bahwa usianya sudah mencapai 82 tahun. Ooow, 82 tahun, gumam saya dalam hati setengah tidak percaya.

Saya ingat banyak pasien saya dan tetangga saya, yang belum mencapai umur segitu, jangankan untuk berlari, berjalan saja kebanyakan sudah sulit. Jangankan membungkukan badannya mencium lutut, menekuk sedikit saja mereka sudah mengeluh kaku dan sakit.

BACA JUGA:  Warga Malinau Diminta Waspadai Penyakit Filariasis karena Menular

Beberapa jamaah masjid di lingkungan tempat tinggal saya yang usianya barangkali masih kurang dari wisatawan ini kebanyakan kalau sedang shalat harus duduk di atas kursi, karena tidak kuat berdiri, sakit pada lutut atau gangguan lain.

Lantas, apa rahasia kakek ini yang kelihatan sangat sehat, masih sanggup berlari, dan jauh nampak lebih muda dari usia sebenarnya itu?

“Saya berasal dari Okinawa, Jepang, seperti nenek moyang saya dulu, saya sampai sekarang tetap mempertahankan kebiasaan mereka, terutama aktif bergerak seperti yang saya lakukan pagi ini. Saya juga tidak terpengaruh makanan ala barat, banyak makan buah-buahan, sayuran segar, memilih mengkonsumsi ikan daripada daging, tidak merokok, makan sedikit, mempertahankan berat badan normal, tidak minum alkohol, atau hanya sedikit mengkonsumsi anggur,” demikiam kira-kira cerita Bapak tua itu dengan penuh semangat dan bangga, waktu saya bertanya apa saja kiat dia selama ini sehingga di usia tua dia kelihatan masih aktif dan sehat.

Pantaslah, pikir saya, penduduk Okinawa yang terkenal dengan jumlah para ‘centenarian’, (istilah untuk penduduk yang berusia 100 tahun atau lebih) yang cukup tinggi, memang mempunyai kebiasaan hidup yang sehat. Barangkali Kakek ini adalah salah satu calon ‘centenarian’ itu.

Nah, kalau kita ingin sehat dan panjang umur, tidak ada salahnya kita belajar mengikuti kebiasaan-kebiasaan hidup sehat kakek di atas. Terutama, tetap menjaga aktifitas fisik kita setiap hari. Karena, seiring dengan bertambahnya usia kita, biasanya aktifitas kita cendrung menurun.

Saya ingat kata-kata bijak: “Use it or You lose it“!

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi