Sejumlah penyakit itu antara lain, penyaklit diare yang ditandai buang air besar cair berkali-kali, sebagai akibat dari bakteri yang menginfeksi saluran usus.
Penyakit ini berpotensi muncul di musim hujan karena sumber-sumber air minum tercemar akibat banjir.
Ketika terjadi banjir, biasanya sarana dan prasarana air yang terbatas akan tercemar, karena kebersihan sarana tersebut kurang terjaga.
Cara efektif mencegah penyakit diare adalah dengan mencuci tangan memakai sabun setiap akan makan dan minum serta sehabis buang hajat, merebus air minum hingga mendidih, serta berupaya menghindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal.
Selain itu ada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh banyaknya genangan air yang memberikan tempat bagi berkembangnya jentik nyamuk anopheles.
Barang-barang seperti kaleng bekas, bejana, atau tempat lain yang berisi air hujan merupakan tempat ideal bagi nyamuk aedes aegypti, yakni nyamuk penyebar penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), untuk bersarang dan bertelur.
“Karena itulah perlu pola 3M Plus yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tampungan air dengan rapat, serta menabur abate,” katanya.
Sanitasi lingkungan di sekitar tempat tinggal harus terus dijaga dan itu menjadi tanggung jawab seluruh warga secara bersam-sama.
“DBD adalah salah satu penyakit yang penularannya sangat mudah dan bisa menyebabkan kematian. Karena itu haru diperangi bersama,” pungkasnya. (Ant/SU03)
