BACK 2
ILM berdurasi 30 detik itu dirancang untuk mengubah pikiran perokok yang ingin berhenti sehingga benar-benar berhenti. Kampanye ini meneruskan kampanye pengendalian tembakau nasional sebelumnya yang diluncurkan tahun 2015 dan 2016, yang berfokus pada dampak rokok terhadap kesehatan dan ekonomi.
“Dengan menampilkan korban rokok seperti Cecep, tambah Enrico Aditjondro, Associate Director, Asia Tenggara, Vital Strategies, kampanye tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan baru seperti penyakit Buerger yang juga diakibatkan oleh kebiasaan merokok. “Kami mengajak para perokok untuk menyaksikan iklan ini sehingga mereka akan berpikir dua kali sebelum mengambil sebatang rokok berikutnya, dan sadar tentang kerusakan yang akan terjadi pada diri mereka dan orang-orang di sekitarnya. Harapannya tentu agar mereka berhenti merokok,” ujarnya.
Indonesia Memrihatinkan
Tahukah anda, jumlah anak laki-laki dan anak perempuan yang merokok di Indonesia ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan negara berpenghasilan menengah lainnya? … NEXT 4

Untung udah berenti..
yang jelas rokok kan haram ya
Harus bisa berhenti tinggal kemauan
Semoga bisa..
semangat pak lubis..