Trump-Putra Mahkota Saudi Bahas Keadaan Negara Yaman


WASHINGTON, SERUJI.CO.ID –┬áPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman dalam pertemuan pada Selasa (20/3) membahas keadaan di negara bergolak Yaman, termasuk tentang pemberontak Houthi dan kegiatan Iran serta bencana kemanusiaan, kata Gedung Putih.

“Tentang Yaman, Presiden dan Putra Mahkota membahas ancaman pemberontak Houthi di wilayah itu, yang dibantu Pengawal Revolusi Islam Iran,” katanya dalam pernyataan pada Rabu (21/3).

“Para pemimpin itu membahas langkah tambahan untuk mengatasi bencana kemanusiaan dan sepakat bahwa resolusi politik terhadap perang tersebut pada akhirnya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat Yaman,” demikian pernyataan itu.

Persekutuan pimpinan Saudi melakukan campur tangan di negara tetangganya, Yaman, pada 2015 melawan pemberontak Houthi, sekutu Iran, yang menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang diakui internasional. Perang saudara itu telah menewaskan sekitar 10.000 orang.

Pada Selasa, Senat AS menolak resolusi yang berusaha mengakhiri dukungan Washington untuk kampanye militer Arab Saudi di Yaman.

Beberapa anggota parlemen pendukung resolusi itu menyebut perang tersebut bencana kemanusiaan, yang mereka salahkan kepada Arab Saudi.

Pada pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengajukan banding ke anggota parlemen untuk tidak mengadopsi langkah itu dan membela dukungan militer AS ke Arab Saudi.

Mattis mengatakan bantuan AS, yang meliputi dukungan intelijen terbatas dan pengisian bahan bakar jet koalisi, pada akhirnya bertujuan untuk membawa perang Yaman menuju resolusi yang dirundingkan.

Dia memperingatkan bahwa penarikan bantuan dapat meningkatkan korban sipil dan akan memberi dukungan pada pemberontak Houthi, yang telah menembakkan misil ke Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapal di lepas pantai Yaman.

Pada Rabu malam, sekelompok kecil pengunjuk rasa yang menentang kampanye militer Saudi di Yaman berunjuk rasa di sebuah acara di Washington untuk Institut Seni Misk, organisasi yang didirikan oleh yayasan Pangeran Mohammad.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Soal Islam Nusantara

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

close