BEIRUT – Kantor berita Reuters melansir dari pemantau perang yang melaporkan, sedikitnya sembilan orang tewas akibat sedangan udara di kawasan Ghouta Timur dekat Damaskus Senin (24/7) malam dan gempuran dari kawasan yang dikuasai pemberontak mendarat dekat kedutaan besar Rusia Selasa (25/7).
Pertempuran itu mengganggu gencatan senjata yang didukung Rusia di kawasan itu. Militer Suriah menyatakan penghentian permusuhan pada Sabtu (22/7).
Rusia, sekutu militer Presiden Bashar al-Assad, mengatakan pihaknya telah mengerahkan polisi militer di Ghouta Timur pada Senin untuk berusaha memberlakukan zone de-eskalasi yang dikatakannya telah disepakati dengan oposisi Suriah di sana.
Observatorium HAM Suriah mengatakan akibat serangan-serangan udara itu di kota Arbin, Ghouta Timur, korban-korban meninggal di pihak sipil sejak gencatan senjata diberlakukan.
Serangan-serangan udara menyasar kawasan itu lagi Selasa pagi, mencederai empat orang, kata Observatorium.
Gempuran dekat kedutaan Rusia itu menandai untuk pertama kali para pemberontak telah menghantam kawasan-kawasan yang dikuasai pemerintah di bagian tengah Damaskus sejak gencatan senjata dimulai.
Observatorium dan Pertahanan Sipil kawasan Pedesaan Damaskus menyatakan serangan-serangan udara pada Senin malam melukai 30 orang dan menewaskan lima diantaranya anak-anak dan dua orang wanita.
Dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, lembaga itu menyebutkan jumlah orang cedera dan hilang sebanyak 50. Serangan-serangan udara terjadi pada pukul 23 waktu setempat.
Belum ada tanggapan serius dari militer Suriah mengenai laporan tersebut, dan tidak ada laporan mengenai serangan-serangan udara dari media negara.
Para saksi mata mengatakan tiga serangan mortir mendarat di wilayah tempat kedutaan besar Rusia berlokasi di bagian timur laut Damaskus dan tidak ada laporan tentang jatuhnya korban.
Tentara Suriah, dengan dukungan militer dari Rusia dan Iran, telah menyebabkan serangkaian kekalahan di pihak oposisi di sekitar ibu kota tahun lalu, menguasai kembali kawasan-kawasan termasuk Daraya dan Moadamiya. (HA)
