Penutupan Al-Jazeera Jadi Salah Satu Diantara 13 Tuntutan untuk Akhiri Isolasi Qatar

0
158
qatar, doha
Kota Doha, Qatar. (Foto: Reuters/Fadi Al-Assaad)

DOHA – Pemerintah Arab Saudi dan negara-negara Teluk yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar telah mengeluarkan daftar 13 tuntutan yang harus dipenuhi Qatar sebagai syarat untuk mencabut sanksi isolasi terhadap negara yang dituding mendukung terorisme.

Daftar 13 tuntutan tersebut diserahkan ke Kuwait sebagai mediator penyelesaian ketegangan antara negara-negara Arab dengan Qatar pada Kamis (22/6).

Dari 13 tuntutan itu di antaranya adalah Qatar harus menutup operasi stasiun televisi Al Jazeera dan semua afiliasinya, memutus hubungan diplomatik dengan Iran, dan menutup pangkalan militer Turki di Qatar.

Tuntutan selanjutnya, Qatar diminta untuk mengakhiri hubungannya dengan semua organisasi yang dianggap pelaku ataupun pendukung terorisme seperti Ikhwanul Muslimin, HeZbollah, al-Qaeda, dan ISIS.

Tak hanya itu, Qatar dituntut untuk harus menolak pengajuan naturalisassi kewarganegaraan dari warga negara Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain yang tinggil di Qatar selama ini. Qatar juga harus memulangkan warga keempat negara tersebut dalam apa yang disebut sebagai mencegah Qatar mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Qatar juga didesak agar menyerahkan semua individu yang dicari oleh empat negara Arab yang mengeluarkan 13 tuntutan karena alasan terlibat terorisme.

Qatar kemudian diminta untuk menghentikan pendanaan organisasi yang dianggap sebagai entitas teror oleh AS.

Qatar juga diminta menyediakan data rinci soal sosok-sosok oposisi yang dibiayai negara itu terutama yang berada di Arab Saudi, Mesir, UEA, dan Bahrain.

Keempat negara pengisolasi Qatar meminta negeri itu memenuhi semua persyaratan tersebut dalam waktu 10 hari termasuk membayar kompensasi yang jumlahnya belum ditentukan.

Jika Qatar menyetujui 13 daftar tuntutan negara-negara Arab itu, maka audit dilakukan terhadap 13 tuntutan itu setiap bulan di tahun pertama, dan sekali per empat bulan untuk tahun kedua. Jika berjalan mulus, 10 tahun kemudian audit terhadap Qatar akan dilakukan setahun sekali.

Pejabat Pemerintah Qatar belum mengeluarkan tanggapan atas 13 daftar tuntutan dari negara-negara Arab yang dikirimkan melalui Kuwait. Iran dan Turki yang secara tidak langsung disebut dalam tuntutan itu juga belum berkomentar.

Senin lalu, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menegaskan bahwa Qatar tidak akan bernegosiasi dengan keempat negara tersebut, kecuali jika mereka mencabut sanksi terhadap Qatar.

(Baca: Qatar Tolak Negosiasi, Jika Negara-Negara di Teluk Tak Cabut Boikot)

Keempat negara tersebut memberikan waktu sepuluh hari kepada Doha untuk memberikan jawaban, tapi tidak ada penjelasan lebih lanjut jika 13 tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh Qatar. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...