KAIRO, SERUJI.CO.ID – Jaksa Mesir memerintahkan penahanan tiga orang, yang menunggu penyelidikan atas serangan terhadap mantan kepala pengawas anti-korupsi, kata kantor berita negara MENA, Minggu (28/1).
“Mereka dituduh melakukan premanisme, perampokan dan penghancuran harta benda pribadi di antara sejumlah tuduhan lain,” kata MENA.
Hisyam Genena baru saja meninggalkan rumahnya pada Sabtu (27/1) pagi di pinggiran di luar Kairo ketika dua mobil menghentikannya dan sekelompok pria menyerang dengan pisau dan tongkat, kata keluarga dan pengacaranya.
Pengacaranya, Ali Taha, dan keluarga menggambarkan serangan tersebut sebagai percobaan penculikan, yang gagal.
Genena dirawat di rumah sakit karena mengalami pendarahan di mata dan beberapa patah tulang.
Genena telah bekerja untuk memilih mantan kepala staf militer Letnan Jenderal Sami Anan, penantang terakhir yang dipandang sebagai ancaman potensial bagi terpilihnya kembali Presiden Abdel Fattah al-Sisi dalam pemilihan umum yanb dijadwalkan pada bulan Maret.
Kampanye Anan dihentikan tiba-tiba setelah dia ditangkap pekan lalu dan dituduh menjalankan kantor tanpa izin militer.
Keluarga Anan dan pengacara mengatakan pada Sabtu bahwa dia ditahan di sebuah penjara militer.
Pada awal tahun, Mesir memperpanjang masa darurat militer di seantero negeri selama tiga bulan, mulai 13 Januari, untuk membantu upaya menangani bahaya dan pendanaan terorisme.
Mesir pertama kali menerapkan status itu pada April tahun lalu setelah dua pengebomban di gereja yang menewaskan setidaknya 45 orang. Status darurat militer saat itu diperpanjang pada Juli dan kemudian pada Oktober.
