Presiden Abdel Fattah al-Sisi, yang diperkirakan banyak pihak akan berupaya terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada pemilihan awal tahun ini, mengeluarkan keputusan perpanjangan status darurat militer.
“Dengan perpanjangan itu, pasukan keamanan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani bahaya dan pendanaan terorisme serta menjaga keamanan di semua wilayah negeri,” kata MENA, yang mengutip keterangan resmi pemerintah Mesir.
Mesir menghadapi pemberontakan ISIS di wilayah terpencil Sinai Utara. Pemberontakan telah menewaskan ratusan tentara dan polisi dalam beberapa tahun ini dan telah meluas dalam bentuk serangan terhadap kalangan warga sipil.
Kelompok garis keras Islamis lainnya yang bergerak di wilayah gurun barat, yang berbatasan dengan Libya, juga telah melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan.
Serangan di bagian selatan Kairo pada akhir tahun lalu, yang salah satunya dinyatakan dilakukan IS, mengenai warga Kristen. (Ant/SU03)
