AL QUDS – Kantor berita The Palestinian Center melaporkan, sedikitnya 13 warga Palestina terluka, pada Selasa (25/07) malam, karena tentara dan polisi Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke kerumunan jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, kekerasan Israel terus berlanjut di gerbang Asbath, salah satu pintu Al-Aqsa di Al-Quds usai warga Palestina menunaikan shalat isya’ di depan gerbang-gerbang tersebut.
Jamaah melakukan shalat Isya berjamaah, saat tentara dan polisi Israel melakukan serangan di salah satu gerbang masjid Al Aqsa tersebut.
Syekh Yusuf Abu Sunainah, khotib masjid Al-Aqsa mengimami shalat dan menutup sholat dengan doa panjang untuk masjid Al-Aqsa yang dijawab ‘aamiin’ oleh jamaah dengan suara keras secara bersama-sama.
Di depan gerbang Asbath, ribuan jamaah berkumpul dan membuat rantai manusia yang memanjang hingga gerbang Huttah. Shalat isya dilakukan dengan penuh kekhusyuan dan ketegangan. Usai shalat, jamaah meneriakkan takbir dan yel-yel membela Al-Aqsa sementara pasukan Israel menjaga dan mengawasi jamaah.
Dalam keterangannya, Bulan Sabit Merah menjelaskan, timnya menangani 13 korban luka di lapangan dan mengevakuasi 3 korban luka ke RS Al-Maqasid. Salah satu korban kekerasan tersebut adalah seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, yang terluka di bagian kepala dan tangan akibat ledakan granat dan dua luka oleh peluru berlapis karet.
Kontributor The Palestinian Center menegaskan, pasukan Israel menangkap seorang wartawan Fayez Abu Armalah ke tempat yang tidak diketahui setelah dianiaya saat meliput kejadian di sekitat Al-Aqsa. Sementara wartawati lainnya Fathimah Bakri terluka oleh bom mercon dan 6 warga lainnya ditangkap.
Al Quds atau sering disebut sebagai Jerusalem merupakan tempat suci bagi kaum Muslim, Yahudi dan Kristen. Sementara Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia Islam setelah kota Makkah dan Madinah. (JarotS/HA)

Hampir mirip pemerintahan jokowi terhadap umat islam indonesia ya sikap yahudi pada umat islam di palestina
Zionis ini emang tdk beragama mungkin ya…bgmana kalau jamaah di sinagognya diserang gas air mata dan peluru karet.