Erdogan: 13 Tuntutan kepada Qatar Langgar Hukum Internasional

0
120
erdogan, turki
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Umit Bektas/Reuters)

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, tuntutan negara-negara Teluk (Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir) kepada Qatar melanggar Hukum Internasional. Sebab, menurutnya, 13 tuntutan tersebut dianggap mengintervensi kedaulatan negara tersebut.

Pernyataan Erdogan ini semakin memperdalam krisis diplomatik yang kini menjelma menjadi persaingan kekuatan antara negara-negara Teluk.

“Kami memahami dan memberikan apresiasi atas sikap Qatar menghadapi 13 tuntutan itu,” kata Erdogan usai menjalankan shalat Id di Istanbul, seperti dilaporkan laman The Independent, Ahad (25/6).

“Ke-13 tuntutan itu melanggar hukum internasional karena tak ada yang boleh menyerang atau melakukan intervensi kedaulatan sebuah negara,” tambah Erdogan.

Ini adalah pernyataan terkeras Erdogan yang terang-terangan mendukung Qatar dalam menghadapi krisis diplomatik yang sudah berlangsung sejak 5 Juni lalu.

Erdogan secara khusus bahkan menyebut tuntutan negara-negara Teluk agar Qatar menutup pangkalan militer Turki di negeri itu sebagai tindakan tak terhormat kepada Turki.

“Apakah kami harus meminta izin negara lain saat kami membuat kerja sama pertahanan dengan sebuah negara?” kata Erdogan.

Sejak krisis diplomatik ini muncul, Turki malah mengirimkan kontingen tentaranya lengkap dengan kendaraan lapis baja ke Qatar.

Pernyataan Erdogan ini menyusul komentar Menlu Uni Emirat Arab Anwar Gargash yang mengatakan Qatar siap berpisah dari tetangga-tetangganya jika menolak 13 tuntutan itu.

Seperti diketahui, negara-negara Teluk telah merilis 13 tuntutan kepada Qatar untuk mengakhiri krisis Teluk serta menghapus penerapan blokade dan embargo. Tuntutan tersebut diantaranya Qatar harus menutup stasiun televisi Al Jazeera, menutup pangkalan militer Turki, memutus hubungan diplomatik dengan Iran, dan mengekstradisi tersangka teroris.

(Baca: 13 Tuntutan Negara-Negara Teluk kepada Qatar)

Kendati demikian, Doha telah mengambil sikap usai menerima ultimatum tersebut, pihak pemerintah Qatar mengecamnya dan mengatakan bahwa tuntutan-tuntutan mereka itu “tidak wajar” dan “tidak realistis” dan melanggar kedaulatannya. Mereka bahkan menyatakan enggan bernegosiasi selama negara-negara Teluk masih memberlakukan blokade dan embargo. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...