Erdogan: 13 Tuntutan kepada Qatar Langgar Hukum Internasional

0
148
  • 43
    Shares
erdogan, turki
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Umit Bektas/Reuters)

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, tuntutan negara-negara Teluk (Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir) kepada Qatar melanggar Hukum Internasional. Sebab, menurutnya, 13 tuntutan tersebut dianggap mengintervensi kedaulatan negara tersebut.

Pernyataan Erdogan ini semakin memperdalam krisis diplomatik yang kini menjelma menjadi persaingan kekuatan antara negara-negara Teluk.

“Kami memahami dan memberikan apresiasi atas sikap Qatar menghadapi 13 tuntutan itu,” kata Erdogan usai menjalankan shalat Id di Istanbul, seperti dilaporkan laman The Independent, Ahad (25/6).

Loading...

“Ke-13 tuntutan itu melanggar hukum internasional karena tak ada yang boleh menyerang atau melakukan intervensi kedaulatan sebuah negara,” tambah Erdogan.

Ini adalah pernyataan terkeras Erdogan yang terang-terangan mendukung Qatar dalam menghadapi krisis diplomatik yang sudah berlangsung sejak 5 Juni lalu.

Erdogan secara khusus bahkan menyebut tuntutan negara-negara Teluk agar Qatar menutup pangkalan militer Turki di negeri itu sebagai tindakan tak terhormat kepada Turki.

“Apakah kami harus meminta izin negara lain saat kami membuat kerja sama pertahanan dengan sebuah negara?” kata Erdogan.

Sejak krisis diplomatik ini muncul, Turki malah mengirimkan kontingen tentaranya lengkap dengan kendaraan lapis baja ke Qatar.

Pernyataan Erdogan ini menyusul komentar Menlu Uni Emirat Arab Anwar Gargash yang mengatakan Qatar siap berpisah dari tetangga-tetangganya jika menolak 13 tuntutan itu.

Seperti diketahui, negara-negara Teluk telah merilis 13 tuntutan kepada Qatar untuk mengakhiri krisis Teluk serta menghapus penerapan blokade dan embargo. Tuntutan tersebut diantaranya Qatar harus menutup stasiun televisi Al Jazeera, menutup pangkalan militer Turki, memutus hubungan diplomatik dengan Iran, dan mengekstradisi tersangka teroris.

(Baca: 13 Tuntutan Negara-Negara Teluk kepada Qatar)

Kendati demikian, Doha telah mengambil sikap usai menerima ultimatum tersebut, pihak pemerintah Qatar mengecamnya dan mengatakan bahwa tuntutan-tuntutan mereka itu “tidak wajar” dan “tidak realistis” dan melanggar kedaulatannya. Mereka bahkan menyatakan enggan bernegosiasi selama negara-negara Teluk masih memberlakukan blokade dan embargo. (IwanY)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU