Erdogan: 13 Tuntutan kepada Qatar Langgar Hukum Internasional

0
147
erdogan, turki
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Umit Bektas/Reuters)

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, tuntutan negara-negara Teluk (Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir) kepada Qatar melanggar Hukum Internasional. Sebab, menurutnya, 13 tuntutan tersebut dianggap mengintervensi kedaulatan negara tersebut.

Pernyataan Erdogan ini semakin memperdalam krisis diplomatik yang kini menjelma menjadi persaingan kekuatan antara negara-negara Teluk.

“Kami memahami dan memberikan apresiasi atas sikap Qatar menghadapi 13 tuntutan itu,” kata Erdogan usai menjalankan shalat Id di Istanbul, seperti dilaporkan laman The Independent, Ahad (25/6).

“Ke-13 tuntutan itu melanggar hukum internasional karena tak ada yang boleh menyerang atau melakukan intervensi kedaulatan sebuah negara,” tambah Erdogan.

Ini adalah pernyataan terkeras Erdogan yang terang-terangan mendukung Qatar dalam menghadapi krisis diplomatik yang sudah berlangsung sejak 5 Juni lalu.

Erdogan secara khusus bahkan menyebut tuntutan negara-negara Teluk agar Qatar menutup pangkalan militer Turki di negeri itu sebagai tindakan tak terhormat kepada Turki.

“Apakah kami harus meminta izin negara lain saat kami membuat kerja sama pertahanan dengan sebuah negara?” kata Erdogan.

Sejak krisis diplomatik ini muncul, Turki malah mengirimkan kontingen tentaranya lengkap dengan kendaraan lapis baja ke Qatar.

Pernyataan Erdogan ini menyusul komentar Menlu Uni Emirat Arab Anwar Gargash yang mengatakan Qatar siap berpisah dari tetangga-tetangganya jika menolak 13 tuntutan itu.

Seperti diketahui, negara-negara Teluk telah merilis 13 tuntutan kepada Qatar untuk mengakhiri krisis Teluk serta menghapus penerapan blokade dan embargo. Tuntutan tersebut diantaranya Qatar harus menutup stasiun televisi Al Jazeera, menutup pangkalan militer Turki, memutus hubungan diplomatik dengan Iran, dan mengekstradisi tersangka teroris.

(Baca: 13 Tuntutan Negara-Negara Teluk kepada Qatar)

Kendati demikian, Doha telah mengambil sikap usai menerima ultimatum tersebut, pihak pemerintah Qatar mengecamnya dan mengatakan bahwa tuntutan-tuntutan mereka itu “tidak wajar” dan “tidak realistis” dan melanggar kedaulatannya. Mereka bahkan menyatakan enggan bernegosiasi selama negara-negara Teluk masih memberlakukan blokade dan embargo. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Tergeletak di Jalan, Pelajar SMA di Kota Langsa Ditemukan Meninggal

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID - Seorang pelajar SMA ditemukan meninggal dunia di Dsn. Makmur Gampong Baroh Langsa Lama Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh, Rabu...

Terima Zohri di Istana, Presiden Jokowi: Dia Orang Besar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Akhirnya juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan Zohri dengan Presiden yang berlangsung di Istana...
rupiah

Rupiah Makin Mengkhawatirkan, Hari ini Terjerembab di Rp14.422

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis (19/7) sesi pembukaan pagi kembali turun 8 poin, menjadi Rp14.422 per dolar...
Idrus Marham

Idrus Marham Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap PLTU Raiu-1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (19/7) memeriksa Menteri Sosial, Idrus Marham, sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait...

Presiden Jokwi dan Wapres JK Jenguk SBY di RSPAD Gatot Subroto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, hari ini,...