66 Ribu Orang Kehilangan Rumah Akibat Konflik di Suriah

NEW YORK, SERUJI.CO.ID –  Sayap bantuan PBB pada Kamis (28/6) mengatakan sebanyak 66.000 orang telah kehilangan tempat tinggal dan korban jiwa di kalangan warga sipil terus dilaporkan akibat babak paling akhir konflik yang meningkat di Suriah Selatan.

Kebanyakan orang yang kehilangan rumah dilaporkan menyelamatkan diri derah Dara’a Timur ke arah perbatasan Jordania. Banyak di antara mereka masih terdampar di daerah gurun tanpa akses ke bantuan kemanusiaan, kata Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Sedikitnya 13.000 orang telah menyelamatkan diri menuju Gubernuran Quneitra dan ratusan orang lagi dilaporkan telah menyelamatkan diri ke daerah yang dikuasai pemerintah di Gubernuran As-Sweida, tambah OCHA.

Lembaga PBB itu memperkirakan jumlah orang Suriah yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka akan terus bertambah sementara permusuhan berlangsung terus.

Mengenai korban jiwa, OCHA mengatakan sedikitnya 29 warga sipil telah dilaporkan tewas akibat serangan yang berasal dari darat dan serangan udara, dan tak kurang dari 50 orang dilaporkan telah tewas sejak 17 Juni.

Meskipun jalur yang dulu digunakan oleh rombongan antar-lembaga lintas-perbatasan dari Jordania masih terbuka, rombongan yang direncanakan dalam dua hari belakangan ini ditunda akibat permusuhan yang berkecamuk dan keprihatinan mengenai keselamatan.

OCHA berjanji bahwa PBB memantau situasi dengan seksama dan rombongan itu akan melanjutkan perjalanan segera setelah situasi keamanan memungkinkan. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER